Hemat 77 Persen, Rahasia Teknologi Benih TSS Bawang Merah

Hemat 77 Persen, Rahasia Teknologi Benih TSS Bawang Merah
Petani bawang merah. Foto: dok. humas Kementan

Pada awal tahun 2018 Direktorat Jenderal Hortikultura memberikan benih bawang merah biji kepada petani di Kabupaten Nunukan. Meskipun hasil panen belum maksimal, Ditjen Hortikultura ingin memaksimalkan keinginan petani untuk menanam bawang merah biji dan akan memfasilitasi benih untuk petani di Nunukan walaupun jumlahnya tidak besar.

Saat ini varietas yang telah terdaftar adalah Bima Brebes, Sanren, Tuk-tuk, Lokananta, TSS Agrihorti 1, TSS Agrihorti 2.

"Keterlibatan produsen untuk penyediaan benih bawang merah biji sangat dibutuhkan. Kita harus bisa memutus mata rantai antara benih umbi dengan konsumsi, karena kalau harga bawang mahal, pasti benih umbi juga mahal. Jadi kalau benih biji cukup tidak ada keterkaitan antara harga benih umbi dengan umbi konsumsi. Keberhasilan ini tentunya peluang penyediaan benih biji dengan harga lebih murah dengan kualitas yang baik sehingga produktivitas kita lebih tinggi," kata Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi.

Untuk mengatasi harga benih yang mahal pada bulan-bulan tertentu, pemerintah telah menumbuhkan penangkar benih di semua sentra bawang merah. Sehingga semua sentra dapat mandiri benih di lokasi masing-masing. Hal ini mengurangi kebergantungan benih dari Kabupaten Brebes, Cirebon, dan sentra lainnya di Pulau Jawa. (jpnn)


Untuk mengatasi harga benih yang mahal pada bulan-bulan tertentu, pemerintah telah menumbuhkan penangkar benih di semua sentra bawang merah.


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News