Hendropriyono: Yang Menimpa Pak Dahlan, Saya Tidak Terima

Hendropriyono: Yang Menimpa Pak Dahlan, Saya Tidak Terima
Hendropriyono bersama Dahlan Iskan saat sedang mengemudikan mobil listrik Tesla di kediamannya di Surabaya, Selasa (23/5). Foto: GALIH COKRO/JAWA POS

Hendro mengatakan, tujuan kedatangannya kali ini adalah mengobrol dan menghibur Dahlan. Menurut pria yang mendapat gelar profesor intelijen pertama di dunia itu, Dahlan sedang mendapat musibah. Dizalimi. ”Yang menimpa Pak Dahlan, saya tidak terima,” tegasnya.

Hendro mengungkapkan, Dahlan dizalimi karena dia orang yang lurus, baik, dan berkibar-kibar. Hendro mengibaratkan sahabatnya itu seperti pohon yang tinggi menjulang, maka didera angin yang keras.

Meski begitu, Dahlan tidak boleh menyerah begitu saja. Menurut Hendro, ada waktunya untuk melakukan sesuatu.

Terkadang melangkah mundur untuk maju menendang. ”Terkadang ada kalanya menghemat tenaga dan kekuatan, kemudian mengonsentrasikan keduanya,” paparnya.

Hendro merasa lega setelah bertemu Dahlan. ”Saya senang sekali. Bisa ngobrol masa lalu. Indah. Ternyata beliau (Dahlan, Red) sama sekali tidak stres,” ucap pria yang pernah menempuh pendidikan di Australian Intelligence Course, Woodside, pada 1971 itu.

Hendro mengatakan, usia Dahlan memang lebih muda. Tetapi, pemikirannya sangat bagus untuk kemaslahatan bangsa.

Dia memberikan penilaian tersebut setelah mengamati Dahlan saat menjadi menteri dan pejabat tinggi instansi beberapa tahun lalu.

”Saya melihat orang ini (Dahlan, Red) muslim, nasionalis, yang punya rasa kebangsaan yang tebal. Dia banyak mengambil langkah-langkah yang bisa menjadi teladan untuk bawahan dan teman-temannya,” ucap Hendro.

A.M.Hendropriyono mengunjungi Dahlan Iskan di kediamannya di Surabaya kemarin (23/5). Pertemuan itu menjadi semacam reuni bagi sahabat yang lama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News