Herman Kangen Banget sama Anaknya, Panjat Tembok Lapas

Herman Kangen Banget sama Anaknya, Panjat Tembok Lapas
Napi kabur tertangkap lagi. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, TARAKAN - Herman, napi kasus narkoba, kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan, Kaltara, Minggu (3/6), sekira pukul 18.30 Wita.

Namun, dia hanya sekitar empat jam menikmati masa pelarian. Pihak kepolisian berhasil mengetahui keberadaan Herman. Yakni, di rumah keluarganya di sekitar kawasan Jembatan Besi. Herman pun dijemput sekira pukul 22.45.

Kepala Pengamanan Lapas Tarakan Feri Hermawan mengatakan, Herman alias Jek yang terjerat kasus narkoba dan dikenakan hukuman 9 tahun penjara, kabur ketika narapidana maupun tahanan dan petugas lapas telah selesai berbuka puasa dan menunaikan salat Magrib.

"Jadi, ketika semua sibuk mau salat Maghrib, ada petugas yang teriak bahwa ada pelarian melalui pos 2 yang berada samping kanan lapas,” ujarnya.

Dikatakan Feri, Herman kabur dengan memanjat pagar tembok menggunakan kain yang telah disiapkan. Pelarian Herman sempat dikejar petugas lapas. Namun, Herman berhasil kabur.

Kepada petugas kepolisian, Herman mengaku melarikan diri karena rindu dan ingin bertemu dengan anaknya. "Karena tidak tersandung kasus kriminal yang baru, jadi tidak ada hukuman atau tambahan kurungan. Tetapi konsekuensinya usulan remisi akan kami cabut," ujar Feri.

Feri juga menambahkan, selama ini Herman dikenal sebagai napi yang rajin membantu kegiatan apa saja di Lapas Tarakan. "Dia (Herman) itu bagus. Tidak pernah berbuat masalah. Selalu membantu terus. Dia juga punya keahlian di bidang pengelasan, jadi jika ada pagar-pagar rusak dia yang membantu,” bebernya. Herman pun kini masih mendekam di balik jeruji tahanan Polres Tarakan. (*/ade/fen)


Herman, napikasus narkoba, kabur dari Lapas dengan cara memanjat tembok penjara karena kangen dengan anaknya.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News