JPNN.com

Hilmar Farid: Indonesia Surplus Festival Budaya

Jumat, 06 Desember 2019 – 04:58 WIB Hilmar Farid: Indonesia Surplus Festival Budaya - JPNN.com
Para pakar budaya membahas platform Indonesiana. Foto: Humas Kemendikbud

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, Indonesia surplus festival. Ini dilihat dari banyaknya festival yang digelar mulai tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

"Festival-festival di daerah tujuannya untuk meningkatkan kualitas. Festival budaya berpotensi menjadi ajang untuk menguatkan karakter budaya bangsa. Festival juga menjadi wahana untuk menumbuh kembangkan identitas budaya. Bukan hanya keunikan melainkan juga ketersambungan daerah," kata Dirjen Hilmar dalam acara Timbang Pandang Perjalanan Platform Indonesiana di Jakarta Kamis (5/12).

Dia melanjutkan, seperti halnya yang dikatakan Presiden Joko Widodo, kebudayaan adalah DNA-nya Indonesia.

Pada pelaksanaan pertama tahun 2018, terlaksana 9 festival di 11 kawasan yang tersebar seluruh Indonesia. Sebagai gambaran, data yang terkumpul dari pelaksanaan festival-festival tahun 2018 adalah 110 program acara, 13 Set Data Potensi Objek Pemajuan Kebudayaan, 9300 penampil dari seluruh Indonesia, 350 penampil mancanegara, 360 pewarta lokal, 240 orang kurator dan pelaksana kegiatan, 92.000 penonton.

Pelaksanaan festival terentang sejak Juli-November 2018. Tahun 2019, terangkum 17 festival di 18 wilayah seluruh Indonesia. Pelaksanaannya terentang sejak Juni – November 2019.

"Sedangkan peranan swasta dalam memajukan kebudayaan hingga saat ini masih kurang. Belum banyak lembaga swasta yang menganggap kebudayaan sebagai investasi. Hal tersebut yang menjadi salah satu objek pembahasan dalam sebuah forum diskusi terpumpun yang diselenggarakan hari ini, termasuk bagaimana peran platform Indonesiana dalam mendukung kegiatan kebudayaan di daerah," bebernya.

Dia berharap, melalui platform Indonesiana, diharapkan semakin banyak SDM bidang kebudayaan yang mumpuni. Baik sebagai kurator, pelaku seni, manajemennya, dan lainnya.

"Semua itu tidak akan terwujud jika hanya diperankan oleh Kemendikbud. Tentunya dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari masyarakat serta lembaga-lembaga dan pemangku kepentingan lainnya," tandasnya. (esy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...