HMI Dukung Terobosan Program Satu Juta Petani Milenial yang Digagas Kementan

HMI Dukung Terobosan Program Satu Juta Petani Milenial yang Digagas Kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan sambutan pada acara silaturahmi dan buka bersama keluarga besar Kementerian Pertanian dan pelbagai pihak di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (27/5). Foto: Humas Kementan

"Pandangan saya terhadap pertanian sekarang sudah ada peningkatan, karena banyak terobosan yang dilakukan Kementerian Pertanian. Walaupun untuk menyelesaikan masalah belum sepenuhnya terselesaikan," katanya.

HMI memiliki 218 cabang di seluruh Indonesia. Dua di antaranya ada di luar negeri. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk badan peneliti yang mempelajari program pertanian baik dari sisi teknis maupun ekonomis.

"Kami (HMI) memang sedang fokus ke sana. Kami akan mempelajari semua program pertanian dari semua sisi, termasuk sisi ekonominya," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mencetuskan Gerakan Satu Juta Petani Milenial di seluruh Indonesia. Gerakan ini merupakan langkah pemerintah untuk menambah daya gedor produksi komoditas pertanian yang berorientasi pada ekspor.

"Petani milenial yang sudah bergabung kurang lebih 400 ribu orang. Kami targetkan 1 juta orang tahun ini. Kami mendorong pemuda-pemuda tani untuk turun ke sektor pertanian karena kita sudah bertransformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern," tukas Amran beberapa waktu lalu.

Mentan berharap dengan teknologi generasi milenial mau bercocok tanam, peduli dengan nasib petani dan siap meningkatkan produksi pangan Indonesia. Selain itu, teknologi membuat petani kini lebih bersemangat.

Perlahan manfaat dari program transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern yang diusung Pemerintah dengan mendistribusikan ribuan alat mesin pertanin (alsintan) telah dirasakan petani di tanah air.

Kardjono, petani di Sukoharjo, Jawa Tengah mengaku semua bantuan mesin pertanian sudah beroperasi dan digunakan petani di wilayahnya setiap hari. 

Langkah tersebut sangat relevan untuk diterapkan mengingat gencarnya transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News