HNW: Dalam Pancasila Terkandung Nilai-nilai Ajaran Islam

HNW: Dalam Pancasila Terkandung Nilai-nilai Ajaran Islam
Wakil Ketua MPR-RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI yang Hidayat Nur Wahid (HNW) menyatakan dalam Pancasila mengandung ajaran Islam. Foto: Humas MPR RI

Kedua, kata dia, adalah Hifzun Nafs yakni menjaga jiwa, marwah dan kehormatan. Umat Islam berkewajiban untuk menjaga diri sendiri dan orang lain.

Intinya, sambung HNW jiwa manusia harus selalu dihormati. Manusia diharapkan saling menyayangi dan berbagi kasih sayang dalam bingkai ajaran agama Islam serta yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Dalam Pancasila itulah sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Negara memperlakukan warganya sebagai manusia dengan penuh kehormatan bukan sebagai alat atau sekedar pelengkap penderita,” imbuh dia.

Yang ketiga, dia menjelaskan, Hifdzun Nasl yang bermakna umat Islam berkewajiban untuk menjaga keturunan agar bisa terus hidup di dunia. al ini bisa terjadi jika umat Islam dirangkai oleh persatuan serta kesatuan yang kuat agar tidak mudah tercerai berai.

“Ini juga sesuai dengan sila Persatuan Indonesia. Jika bersatu, Indonesia tak akan tergoyahkan. Dengan begitu negara dan rakyatnya akan tetap utuh,” ucapnya.

Kemudian, kata dia, yang keempat, Hifdzul Aql yakni memelihara akal. Umat Islam diharuskan menjaga akal dan rasionalitas yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

"Dalam Pancasila ini sejalan dengan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan," tegas dia.

HNW menyebutkan juga, yang kelima, Hifdzul Maal bermakna umat Islam diharuskan untuk memelihara hartanya melalui usaha yang halal. Oleh karena itu, harta yang diperolehnya menjadi berkah dalam kehidupannya dan mendapat ridho dari Allah SWT.

HNW menyatakan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang digali para pendiri bangsa Indonesia, ternyata tidak bertentangan dengan Islam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News