Houthi Lancarkan Serangan Balik, Arab Saudi: Itu Aksi Terorisme

Houthi Lancarkan Serangan Balik, Arab Saudi: Itu Aksi Terorisme
Pemberontak Houthi membalas serangan Arab Saudi dan sekutunya dengan menghujani bandara di Abha dengan rudal. Foto: BCC

Malki menjelaskan, delapan korban masih harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan 18 orang lain sudah dipulangkan setelah mendapat pertolongan pertama. "Yang mereka lukai bukan hanya warga Saudi. Ada warga India di antara tiga korban perempuan," imbuhnya.

Kemarahan Arab Saudi tidak hanya tertuju kepada pemberontak, tapi juga pemerintahan Hassan Rouhani di Iran. Menurut mereka, tak mungkin kubu yang dipimpin Presiden Ali Abdullah Saleh 'Afasy bisa bertahan setelah diserang bertubi-tubi.

Apalagi, Houthi juga berhasil menyerang jaringan pipa migas Arab Saudi Mei lalu. Serangan dengan teknologi seperti itu pasti butuh bantuan dari negara berteknologi militer yang maju.

Bisa jadi, serangan terbaru dari Houthi menghambat perundingan perdamaian yang sekarang dilakukan oleh PBB. Beberapa minggu terakhir upaya dari utusan khusus Martin Griffiths sudah terhambat karena protes rezim Presiden Mansour Hadi.

Hadi menilai Griffiths terlalu memihak kepada Houthi. Dia kesal karena selama ini kubunya tak pernah diundang dalam pembicaraan perdamaian. Yang datang hanyalah perwakilan pemberontak dan koalisi Arab Saudi. (bil/c11/dos)


Serangan rudal dari Houthi menghantam Bandara Abha, Provinsi 'Asir, Arab Saudi, Rabu (12/6). Kiriman misil dari pemberontak Yaman itu melukai 26 warga sipil.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News