JPNN.com

How to Train Your Dragon 3: Akhir yang Nyaris Sempurna

Jumat, 11 Januari 2019 – 15:54 WIB How to Train Your Dragon 3: Akhir yang Nyaris Sempurna - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tidak banyak film animasi sekuel yang sukses dari film pertama sampai terakhirnya. How to Train Your Dragon 3: The Hidden World adalah satu di antara yang sukses itu. 

Lima tahun berlalu sejak How to Train Your Dragon 2, Hiccup (Jay Baruchel) dan naga Night Fury kesayangannya, Toothless, masih bersahabat. Kini Hiccup telah tumbuh dewasa dengan tubuh yang tegap dan janggut menghiasi wajahnya (banyak yang bilang mirip Steve Rogers dalam Avengers: Infinity War). Dia mengambil alih posisi kepala suku dari ayahnya, Stoick (Gerard Butler).

Hiccup berhasil meneruskan mimpi ayahnya untuk melihat manusia dan naga hidup berdampingan dengan tentram di Isle of Berk. Namun, ketenteraman itu terusik ketika Grimmel (F. Murray Abraham) muncul dan ingin menghancurkan utopia tersebut. Hiccup berencana memindahkan pasukannya ke sebuah dunia naga tersembunyi dengan dibantu kekasihnya, Astrid (America Ferrera), dan ibunya, Valka (Cate Blanchett).

Salah satu scene yang menarik dalam film tersebut adalah ketika Toothless jatuh cinta dengan Light Fury, spesies naga yang mirip dengannya namun berwarna putih. Meski tidak mengucap kata dan hanya menunjukkannya lewat gestur tubuh, chemistry di antara keduanya terasa begitu kuat. Ditambah tingkah kocak Toothless yang salah tingkah di depan Light Fury.

Pertemuan keduanya di dunia tersembunyi ditampilkan dalam bentuk visual yang indah dan dreamy. Hal itu memperkuat fakta bahwa animasi visual dalam sekuel ketiga tersebut semakin matang jika dibandingkan dengan dua film sebelumnya. Sepanjang film penonton disuguhi sajian animasi yang sangat nyata dan mengagumkan.

''Di situ teknologinya mencapai tingkat baru yang sangat terperinci. Dari janggut tipis di dagu Hiccup hingga air terjun yang mengalir deras dan terutama foto-foto nyala api yang berkedip secara realistis,'' tulis Michael Rechtshaffen, kolumnis Hollywood Reporter.Film itu juga memiliki bumbu komedi yang membuatnya semakin ''gurih'' dan layak ditonton.

DeBlois menegaskan bahwa film tersebut adalah film terakhir trilogi How to Train Your Dragon. ''Kami sudah memikirkan ini dalam waktu lama. Pahit untuk mengucapkan selamat tinggal pada karakter ini, tapi ini cara yang benar,'' kata DeBlois sebagaimana dilansir Entertainment Weekly. Karena itu, bersiaplah untuk perasaan kehilangan yang menguras emosi pada akhir film tersebut.

Kolumnis Cnet Jennifer Bisset menyatakan bahwa trilogi How to Train Your Dragon nyaris sempurna. Cerita tentang anak laki-laki dan sahabatnya, naga, yang disampaikan dengan cerdas dan petualangan yang epik. ''Akhirnya, kita harus mengucapkan selamat tinggal pada salah satu trilogi terbaik sepanjang masa,'' tulisnya. (adn/c22/jan)

Sumber Jawa Pos

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...