Hubungan AS dan Tiongkok Makin Panas Gegara Hal ini

Hubungan AS dan Tiongkok Makin Panas Gegara Hal ini
Arsip - Aktivis pro-demokrasi menyapa orang-orang ketika sebuah mobil penjara tiba di luar gedung Pengadilan West Kowloon Magistrates sebelum sidang terhadap Aliansi Hong Kong dalam Mendukung Gerakan Demokratik Patriotik China di Hong Kong, China, 10 September 2021. (ANTARA/Reuters/as)

Menanggapi hal tersebut, seorang juru bicara pemerintah Hong Kong menyebutnya sebagai campur tangan terang-terangan dalam urusan Hong Kong.

"Pemerintah yang tidak hanya menampung tetapi mengundang atau mendorong buronan untuk tinggal di negara mereka dengan ceroboh mengabaikan aturan hukum dan mengekspos kemunafikan mereka untuk dilihat semua orang," kata pernyataan pemerintah Hong Kong.

Kota bekas koloni Inggris itu kembali ke pemerintahan Tiongkok pada 1997 dengan janji kebebasan (demokrasi) yang luas.

Namun, sejak penerapan undang-undang keamanan nasional secara langsung oleh Tiongkok pada 2020, kota itu telah mengambil tindakan otoriter dengan tindakan penangkapan besar-besaran dan pembatasan terhadap kebebasan berpendapat dan kegiatan media.

Otoritas Hong Kong dan Tiongkok mempertahankan kota itu untuk menikmati otonomi tingkat tinggi, tetapi hak-hak tertentu tidak bersifat mutlak.

Kepala Dewan Demokrasi Hong Kong yang berbasis di Washington D.C., Brian Leung menyambut baik inklusivitas yang luas dari skema safe haven AS itu.

Dia mengatakan skema itu akan membawa stabilitas dan keamanan finansial yang sangat dibutuhkan bagi Hong Kong.

Sunny Cheung, yang bersaksi di sidang kongres AS pekan ini tentang tindakan keras yang telah membuat banyak rekan aktivisnya di Hong Kong dipenjara, mendesak langkah kebijakan berkelanjutan oleh pemerintahan Joe Biden.

Hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok makin panas gegara kebijakan Joe Biden ini

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News