IGI Tolak Rekrutmen CPNS dan PPPK Tanpa Tes

IGI Tolak Rekrutmen CPNS dan PPPK Tanpa Tes
Tes CPNS. Ilustrasi Foto: Kendari Pos/JPG/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Guru Indonesia (IGI) menolak rekrutmen CPNS atau PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) baik dari honororer apalagi jalur umum tanpa seleksi sama sekali. Sebab, pola ini akan membuat pendidikan kita tambah hancur.

"Hasil Uji Kompetensi Guru memberikan gambaran betapa rendahnya kualitas guru kita, hasil PISA dan AKSI pun memberi gambaran betapa guru-guru kita belum mampu mengangkat kualitas anak didik bahkan cenderung menurun," kata Ketum IGI Muhammad Ramli Rahim dalam pesan elektroniknya, Jumat (24/1).

Meski demikian, IGI menuntut pemerintah menghargai pengabdian guru-guru honorer ini. Bagaimanapun banyak dari mereka menjadi bagian dari IGI. Karena itu IGI mengusulkan pola rekruitmen yang memadukan antara kualitas dan penghargaan atas pengabdian.

"Caranya dengan memberikan bobot pengabdian bersanding dengan bobot kompetensi," ujarnya.

Guru diberikan nilai otomatis sebagai penghargaan atas pengabdiannya. Setiap tahun pengabdian diberikan bobot 1% sehingga semakin lama guru tersebut mengabdi maka semakin tinggi bobot pengabdiannya.

Guru yang sudah mengajar 35 tahun secara otomatis akan mendapat 35% sebelum seleksi. Sementara mereka yang baru sarjana dan belum mengabdi sama sekali masih memiliki bobot 0% sebelum seleksi. Artinya, perlu kompetensi jauh lebih tinggi bagi mereka yang baru lulus kuliah agar bisa bersaing dengan guru honorer ini.

"Jika guru honorer yang bobot penghargaannya sangat tinggi tetapi masih juga kalah dari mereka yang baru lulus kuliah berarti memang harus diakui bahwa yang bersangkutan tidak layak mengajar dan tidak layak mengisi ruang kelas," katanya. (esy/jpnn)

IGI mengusulkan pola rekruitmen yang memadukan antara kualitas dan penghargaan atas pengabdian.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News