JPNN.com

IHSG Langsung Merosot di Pembukaan, BEI Sempat Lakukan Trading Halt

Jumat, 13 Maret 2020 – 13:41 WIB
IHSG Langsung Merosot di Pembukaan, BEI Sempat Lakukan Trading Halt - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt selama 30 menit pada Jumat (13/3) pagi. Pemicunya adalah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sekretaris PT BEI Yulianto Aji Sadono mengungkapkan, trading halt diberlakukan pada pukul 09:15:33 hingga 09:45:33 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). “Dengan ini kami informasikan bahwa pada hari ini telah terjadi pembekuan sementara perdagangan pada sistem perdagangan di BEI yang dipicu penurunan IHSG mencapai lima persen,” ujarnya.

Pada perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 245,17 poin atau 5,01 persen ke posisi 4.650,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 50,62 poin atau 6,58 persen menjadi 719,02.

Tim riset Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang terkoreksi pada perdagangan hari ini.
Perdagangan IHSG kemarin ditutup terkoreksi tajam ke level 4.895,7 dan sempat diberhentikan akibat menyentuh level lebih dari 5 persen.

BEI sendiri sudah kembali membuka perdagangan saham pada pukul 09.45 tadi. IHSG terpantau masih bergerak melemah di kisaran 4,5 persen hingga 4,9 persen.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memerintahkan perubahan pada batas auto reject bawah (ARB) menjadi 7 persen untuk seluruh fraksi harga. OJK juga memerintahkan peniadaan saham-saham yang bisa diperdagangkan pada sesi prapembukaan (pre-opening).

Dari eksternal, perdagangan bursa AS kembali ditutup turun tajam dan sempat diberhentikan sementara akibat penurunan S&P 500 yang menyentuh batas 7 persen. Tercatat, S&P 500 turun 9,51 persen, Dow Jones anjlok 9,99 persen, sedangkan Nasdaq merosot turun 9,43 persen yang diikuti "bond rally" pada imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang turun 0,079 bps ke level 0,773 persen.

Tidak hanya terjadi pada bursa saham, penurunan tajam juga terjadi pada penutupan harga komoditas global semalam. Bank Sentral AS The Fed menyatakan akan melakukan intervensi pada pasar uang jangka pendek yang diikuti pembelian obligasi sebagai stimulus (quantitative easing).

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara