ILUNI UI Menyoroti Skandal Dugaan Korupsi Pada Perusahaan Asuransi Negara

ILUNI UI Menyoroti Skandal Dugaan Korupsi Pada Perusahaan Asuransi Negara
Suasana Forum Diskusi Salemba di Kampus UI Salemba, Rabu (29/1/2020) yang meangkat tema “Skandal Dugaan Korupsi pada Perusahaan Asuransi Negara”. Foto: Dok. Humas ILUNI UI

jpnn.com, JAKARTA - Kasus korupsi pada perusahaan pelat merah Jiwasraya dan Asabri menjadi fokus beberapa pihak dalam beberapa waktu lalu. Guna menguraikan permasalahan tersebut, Iluni UI menggelar diskusi dengan tajuk Forum Diskusi Salemba di Kampus UI Salemba, Rabu (29/1/2020).

Diskusi yang digelar rutin setiap bulan tersebut mengangkat tema “Skandal Dugaan Korupsi pada Perusahaan Asuransi Negara”. Turut hadir Herman Khaeron (Anggota Komisi VI DPR RI), M. Jibriel Avessina (Policy Center ILUNI UI), Hotbonar Sinaga (Mantan Dirut Jamsostek), dan Said Didu selaku pengamat BUMN.

Jibriel Avessina sebagai Ketua Policy Center mengutarakan diskusi ini dibuat sebagai sumbangsih pemikiran ILUNI UI untuk membangun perekonomian negara.

“Salah satunya kita ingin agar ke depannya perusahaan BUMN bisa lebih baik, tanpa korupsi, dan berkonstribusi buat kemajuan Indonesia,” tambah Jibriel.

Jibriel menegaskan bahwa Pemerintah perlu menerbitkan regulasi yang mengatur secara spesifik aturan perusahaan asuransi milik negara. “Regulasi ini dibuat agar potensi moral hazard bisa diredam,” kata ahli perilaku politik ini.

Skandal pada dua perusahaan asuransi negara ini telah memicu kehebohan di tengah publik. Bukan sekedar menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada perusahaan pelat merah, isu ini membuat iklim perekonomian dan politik menjadi lebih panas.

“Kericuhan” dalam kasus Jiwasraya dan Asabri membuktikan bahwa tata kelola BUMN masih belum optimal. Said Didu menyoroti terkait penerapan good corporate governance di setiap perusahaan BUMN sehingga memungkinkan terbukanya celah untuk terjadinya pelanggaran.

“Seharusnya perusahaan-perusahaan BUMN bisa jadi contoh penerapan buat perusahaan swasta, karena BUMN punya akses lebih besar,” tutur mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini.

Kasus korupsi pada perusahaan pelat merah Jiwasraya dan Asabri mendapat perhatian dari ILUNI UI.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News