Rabu, 20 Maret 2019 – 20:19 WIB

Independen

Oleh Dahlan Iskan

Jumat, 15 Maret 2019 – 04:28 WIB
Independen - JPNN.COM

jpnn.com - Saya ke Solo Kamis lalu. Berhadapan dengan milenial Islam. Yang lagi sekolah di SMA IT Nur Hidayah.

Mereka mengadakan acara ENHAVAGANSA. Untuk kedelapan kalinya.

Ini bukan sekolah milik Muhammadiyah. Bukan pula milik NU. Pokoknya tidak bernaung di suatu organisasi Islam.

Saya menamakannya sekolah Islam independen. Sekolah seperti ini kian banyak jumlahnya. Kian tinggi mutunya. Dan bukan main larisnya.

SMA Nur Hidayah ini misalnya. Tiap jenjang memiliki delapan kelas. Kelas 1 A sampai H. Padahal, sekolah jenis ini bukan main mahalnya.

Pasti tidak mudah mengelolanya. Pasti banyak juga kecaman.

Saya pernah mendirikan sekolah jenis itu. Di pesantren keluarga kami. Bukan main ribetnya. Hampir saja keluarga besar kami pecah. Ada yang pro, ada pula yang kontra.

Yang kontra itu benar juga: bikin sekolah Islam kok mahal. Gurunya pun digaji besar-besar. Di mana nilai ibadahnya?

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar