Indonesia Waspadai Gelombang Kedua Corona yang Tanpa Gejala

Indonesia Waspadai Gelombang Kedua Corona yang Tanpa Gejala
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto. Foto: Natalia Laurens/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Indonesia terkait penanganan kasus virus Corona Achmad Yurianto menyebut pemerintah mewaspadai gelombang kedua atau second wave dari penyebaran virus tersebut.

Gelombang kedua ini telah mewabah ke berbagai negara di luar Tiongkok.

Dalam catatan Kemenkes, penyebaran Corona semakin meningkat di beberapa negara seperti Korea, Jepang, Iran dan Italia.

"Harus hati-hati juga dengan second wave. Makin banyak dan besar sebarannya," kata Yuri ditemui di kantor Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

Menurut dia, penyebaran Corona gelombang kedua memiliki karakteristik yang berbeda dari temuan awal. Terjadi perubahan klinis seseorang tertular Corona.

Dalam beberapa kasus seseorang terjangkiti Corona di gelombang kedua, tidak muncul gejala awal seperti batuk, demam tinggi, dan sesak.

"Sekarang gambaran berubah. Beberapa kasus menunjukkan gejala minimal. Bahkan, tanpa gejala, tetapi positif," ucap dia.

Yuri menuturkan, penyebaran Corona gelombang kedua ini membuat seseorang yang terinfeksi virus bisa bepergian ke belahan negara mana pun. Orang terjangkiti Corona, tidak bisa terdeteksi thermal scanner di pintu masuk sebuah negara.

Sekarang gambaran berubah, karena beberapa kasus gelombang kedua corona menunjukkan gejala minimal. Bahkan, tanpa gejala, tetapi positif.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News