Senin, 19 November 2018 – 22:30 WIB

Indra Yudhistira, Sosok Dibalik Pesta Spektakuler Pembukaan SEA Games di Palembang

Selasa, 15 November 2011 – 08:08 WIB
Indra Yudhistira, Sosok Dibalik Pesta Spektakuler Pembukaan SEA Games di Palembang - JPNN.COM

Motor Sukses: Indra Yudhistira (tengah) saat memimpin persiapan Geladhi Resik Opening SEA Games XXVI/2011 pada 10 november lalu. FOTO: Muhammad Amjad/JAWA POS

Indra Yudhistira Ramadhan adalah sosok penting di balik pesta pembukaan SEA Games di Palembang Jumat lalu (11/11). Perhelatan tersebut dianggap yang termegah selama pesta dua tahunan itu digelar. Indra kini menyiapkan konsep yang tak kalah megah untuk pesta penutupan.
-------------------------- --------------------
MUHAMMAD AMJAD, Palembang
-----------------------------------------------

Siapa saja yang menyaksikan pesta pembukaan SEA Games XXVI Jumat malam itu (11/11) melalui layar kaca pasti belum lupa bagaimana ribuan kembang api meledak di langit Stadion Gelora Sriwijaya, kompleks olahraga Jakabaring, Palembang.

Selain kembang api, permainan cahaya lampu yang sangat atraktif dan canggih tak kalah memukau. Apalagi, permainan tersebut sangat mendukung penampilan drama kolosal yang menceritakan kemegahan Kerajaan Sriwijaya.

Indra mengaku lega dengan usainya pesta pembukaan itu. Tugas besar utamanya untuk menggelar pembukaan SEA Games dengan spekatekuler, monumental, dan wah sudah dia laksanakan. Kini dia menyiapkan closing ceremony.

Keberhasilan Indra menjadi orang utama di balik pesta opening itu ternyata bukan berangkat dari ambisi pribadinya. Itu semua berangkat dari bujukan seorang Rahmat Gobel, ketua harian Inasoc (Panitia Penyelenggara SEA Games). Karena ditunjuk oleh Rahmat inilah, Indra dipercaya menjadi konseptor dari acara monumental tersebut.

"Ini bukan akhir karya saya. Masih ada keinginan untuk membuat karya yang lebih besar. Ini adalah cita-cita yang saya dambakan sejak dahulu," katanya saat ditemui di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang.

Perkenalan Indra dengan dunia teknologi media ternyata cukup panjang. Tidak sesimpel kisah penunjukan dirinya untuk diserahi tanggung jawab opening dan closing SEA games oleh panitia SEA Games Palembang-Jakarta.

Ketertarikan Indra kepada dunia media dan seni sebenarnya tumbuh sejak dia masih di bangku sekolah. Selepas SMA, Indra kuliah di salah satu sekolah tinggi ilmu komputer di Jakarta. Saat itu jiwa seninya pun berontak. "Waktu itu keinginan saya adalah menjadi pekerja seni di TV. Itu yang membuat saya berusaha keras agar bisa belajar di sekolah atau kampus yang benar-benar bisa memenuhi ketertarikan saya dengan dunia TV," tuturnya.

Namun, melihat belajar seni di Jakarta yang terbaik saat itu hanya bisa tersalurkan dengan kuliah di IKJ (Institut Kesenian Jakarta), dia pun merasa itu tak akan cukup mengobati kehausan jiwa seninya. Karena itu, dia pun berusaha mendapat beasiswa sekolah ke luar negeri. Dari pencarian informasi yang dilakukannya, Indra menemukan kesempatan untuk menuntut ilmu di TVN Columbia Academy of TV di Kanada. Dia pun mengirimkan proposal dan idenya tentang seni untuk bersaing diterima di academy tersebut.

"Ide yang saya kirimkan ternyata diapresiasi. Saya pun akhirnya diterima di sana. Dari situ saya mulai akrab dengan dunia TV," cerita pria 40 tahun ini.

Setelah lulus dari TVN pada 1999, dia melanjutkan pendidikan ke Cinematography Vancouver Film School, Kanada. Ketika di sana, Indra mendapat kesempatan untuk bekerja di Vancouver TV Canada sampai 2001.

Nah, saat bekerja di Vancouver TV inilah, ayah dua anak itu menerima tawaran untuk kembali ke tanah air dan bekerja di salah satu stasiun televisi swasta. "Saat itu saya mensyaratkan agar saya punya keleluasaan membuat film, sekaligus jadi sutradara. Karena itu, saya akhirnya pulang," tuturnya.

Sekembali ke tanah air inilah, nama Indra mulai melejit. Dia berhasil menyutradarai beberapa film layar lebar. Misalnya, Andai Ia Tahu, Biarkan Bintang Menari, dan Vina Bilang Cinta. Kesuksesan itu membuatnya dibajak ke satu stasiun TV swasta lain.

Nah, dari sini dia tak lagi fokus dalam pembuatan film. Dia lebih memilih membuat TV show yang menjual karena menjadi tuntutan perusahaan tempatnya bekerja. Beberapa TV show yang merupakan idenya sehingga dikenal di Indonesia adalah Who Wants to be Millionaire dan Indonesian Idol .

"Fokus di TV show, jadi lupa deh ke filmnya," tuturnya. Di televisi ini pula dia akhirnya mendapat tugas sebagai konseptor acara-acara besar seperti ulang tahun stasiun TV. Dia juga mulai dipercaya menjadi konseptor dari konser orkestra musik monumental dari Erwin Gutawa.

Dari pengalamannya menggelar acara-acara besar itu, Indra menjadi semakin berpengalaman dan mulai fasih memainkan teknologi digital media. Pengalaman yang dimiliki pun membuat Indra melakukan sebuah terobosan untuk teknologi digital media yang melibatkan ribuan lampu LED interactive dengan tema kebudayaan Indonesia.

"Saya yang pertama di Indonesia menggabungkan teknologi ini dengan budaya. Saya merasa senang karena bisa mengangkat budaya dalam dunia modern, dunia digital," papar lelaki yang berulang tahun setiap 4 November tersebut. Setelah sekian lama berkarir menggarap acara-acara di televisi dan beberapa konser besar di tanah air, Indra akhirnya dipercaya oleh negara untuk mengerjakan opening and closing SEA Games XXVI/2011.

"Saya dari awal menolak karena urusan dengan pemerintah pasti ribet. Bisa-bisa nggak maksimal. Tapi, Pak Rahmat (Gobel) meyakinkan saya bahwa tidak akan ada gangguan. Jadi, saya menyanggupi," tuturnya.

Dalam pembukaan ini, pihaknya juga melibatkan koreografer ternama seperti Hartati, Alex Hasyim, dan Dedi Puja. Juga salah satu director seperti Helmi Yahya. Selain itu, ada Electric Canvas untuk membantu pengerjaan teknologi digital serta teknisi Fire World, yang mengatur kembang api.

Menurut Indra, total anggaran yang dibutuhkan dalam acara opening and closing SEA Games kali ini sekitar Rp 120 miliar. Jumlah itu jauh dari anggaran SEA Games yang diajukan pemerintah dalam APBNP sebesar Rp 300 miliar. "Dana kami dari sponsor, bukan berasal dari APBN. Jumlah Rp 120 miliar itu sudah keseluruhan. Bukan hanya opening," beber lelaki yang juga menjabat deputi IV Inasoc tersebut.

Dia berharap ke depan dirinya kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi pemikir acara-acara pembukaan event internasional. Sebab, SEA Games ini menjadi event internasional pertama yang digarapnya.

"Di Indonesia masih banyak acara internasional. Ada Islamic Solidarity Games. Siapa tahu juga nanti bisa dipercaya menggarap SEA Games Myanmar (2013), atau juga event regional lain. Kami lebih murah daripada dari luar regional lain," ujarnya lantas tertawa.

Dengan pembukaan yang megah dan monumental tersebut, Indra berharap SEA Games 2011 selalu diingat. Karena opening tersebut merupakan prestasi pertama Indonesia, prestasi selanjutnya adalah sukses menjadi juara umum SEA Games. (c2/kum)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar