Inggris Ogah Terburu-buru Kirim Senjata ke Ukraina, Ini Alasannya

Inggris Ogah Terburu-buru Kirim Senjata ke Ukraina, Ini Alasannya
Pemimpin baru Partai Konservatif Inggris Rishi Sunak melambaikan tangan di London, Inggris, Senin (24/10/2022). Sunak akan menjadi Perdana Menteri Inggris menggantikan Elizabeth Truss. ANTARA FOTO/REUTERS/Henry Nicholls/rwa.

jpnn.com, LONDON - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak pada Rabu mengatakan bahwa permintaan bantuan militer ke Ukraina masih dipertimbangkan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertandang ke Inggris untuk berjumpa dengan Sunak di London. Kunjungan mendadak Zelenskyy itu bertujuan mendesak pemerintah Inggris untuk mengirim pesawat tempur ke Ukraina.

"Kami harus mempersenjatai Ukraina dalam jangka pendek, tetapi kita harus mendukung Ukraina untuk jangka panjang," kata Sunak pada konferensi pers bersama.

"Rusia tidak akan menyangka kalau tindakan mereka akan semakin memperkuat tekad negara-negara Barat, meyakinkan kami untuk melangkah lebih jauh dan lebih cepat."

Sunak menambahkan pesawat tempur masuk dalam pembicaraan. Namun dia tidak memberikan komitmen apa pun untuk mengirim pesawat tempur Inggris ke Ukraina.

Sunak hanya menyatakan bahwa langkah pertama dalam menyediakan pesawat canggih adalah dengan melatih angkatan udara Ukraina agar dapat menerbangkan pesawat sesuai dengan standar NATO.

"Itu adalah proses yang membutuhkan waktu. Kami memulai proses itu hari ini karena kami ingin mendukung presiden dan negaranya untuk meraih kemenangan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Inggris dan Ukraina juga menandatangani Deklarasi London untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara.

Perdana Menteri Rishi Sunak mengaku tidak memberikan komitmen apa pun untuk mengirim pesawat tempur Inggris ke Ukraina.

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News