Ini Alasan Mengapa Seseorang Tidak Bisa Berhenti Berbohong

Ini Alasan Mengapa Seseorang Tidak Bisa Berhenti Berbohong
Ilustrasi berbohong.

jpnn.com - Pada usia tiga atau empat tahun, kita semua mulai berbohong. Pada titik ini, dalam perkembangan otak, kita belajar menggunakan alat yang sangat serbaguna dan kuat, yakni bahasa.

Kita bisa menggunakannya untuk benar-benar bermain dengan kenyataan dan mempengaruhi hasil dari apa yang terjadi.

Cepat atau lambat kita belajar bahwa berbohong itu buruk, dan kita seharusnya tidak melakukannya.

Tetapi, ada beberapa orang adalah pembohong patologis, yang berarti mereka tidak bisa berhenti menyebarkan informasi yang salah tentang diri mereka sendiri dan orang lain.

Alasan psikologis mengapa beberapa orang seperti ini adalah sedikit misteri, tetapi dalam edisi ketiga Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, berbohong patologis adalah gangguan dalam diri seseorang serta gejala gangguan kepribadian, seperti psikopati dan narsisme.

"Saya pikir itu berasal dari cacat dalam jaringan saraf dalam hal apa yang menyebabkan kita memiliki belas kasih dan empati," kata psikiater, Judith Orloff, penulis "The Empath's Survival Guide,"seperti dilansir laman MSN, Rabu (15/8).

"Karena narsisis, sosiopat dan psikopat memiliki apa yang disebut gangguan kekurangan empati, yang berarti mereka tidak merasakan empati dengan cara kita," jelas Orloff.

Ketika Anda tidak peduli dengan orang lain, kebohongan tidak menjadi masalah. Kurangnya empati pada dasarnya berarti kurangnya hati nurani yang merupakan konsep yang sulit untuk dipahami oleh banyak orang.

Berbohong patologis adalah gangguan dalam diri seseorang serta gejala gangguan kepribadian, seperti psikopati dan narsisme.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News