Ini Kekhawatiran Orang Tua Siswa dengan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

Ini Kekhawatiran Orang Tua Siswa dengan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh
Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: Esy/Jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati, mengatakan masyarakat kaget dengan perubahan pola pembelajaran yang diterapkan saat ini.  

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diketahui telah menyelenggarakan program pembelajaran jarak jauh (PJJ), menyusul pandemi virus Corona (COVID-19) yang menyerang Indonesia.  

Menurut Rita, para orang tua siswa harus benar-benar berperan aktif melakukan pendampingan. Kondisi lain, tidak semua orang tua siswa memiliki kemampuan mengakses teknologi 4.0.

"Selain itu, juga masih ada kekhawatiran orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak karena kecanduan games dan pornografi, sekarang malah dipaksa terbiasa menggunakan gadget dalam proses pembelajaran," ujar Rita pada diskusi Webinar Transformasi Pendidikan di Era Pandemi Covid 19, yang diselenggarakan Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PP KBPII), Sabtu (2/5).

Rita kemudian memaparkan hasil survei yang digelar KPAI beberapa waktu lalu. Sebanyak 76,7 persen siswa yang menjadi responden tidak senang dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kemudian, 81,8 persen responden menyebut proses PJJ lebih menekankan pada pemberian tugas, tanpa ada proses dialog dan menjelaskan materi, diskusi atau tanya jawab.

"Liburan panjang karena covid-19 semula dianggap menyenangkan, tetapi karena terlalu lama membuat rasa kebosanan," katanya.

Di sisi lain, guru menurut Rita, juga kurang bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan proses pengajaran selain juga keterbatasan dalam hal literasi digital.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati, mengatakan masyarakat kaget dengan perubahan pola pembelajaran yang diterapkan saat ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News