Ini Keuntungannya jika Panglima yang Baru dari TNI AL

Ini Keuntungannya jika Panglima yang Baru dari TNI AL
Ketua Program Studi Magister Ilmu Hubungan Internasional Universitas Paramadina Shiskha Prabawaningtyas ditemui di Jakarta, Jumat (29/3/2019). (ANTARA News/Yashinta Difa)

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy Shiskha Prabawaningtyas menyebut sejumlah keuntungan jika panglima TNI yang baru nantinya berasal dari TNI Angkatan Laut.

Antara lain, akan semakin mengkukuhkan komitmen Presiden Joko Widodo dalam memperkuat poros maritim dunia.

"Saya kira pengangkatan matra laut sebagai panglima TNI akan memperkuat pesan atas komitmen dan konsistensi pemerintah dalam upaya profesionalisme TNI," ujar Shiskha menanggapi rencana pergantian panglima TNI di Jakarta, Rabu (16/6).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiunnya pada November 2021.

Shiskha juga menilai penting memperhatikan rambu-rambu termasuk mekanisme rotasi di antara matra dalam pengangkatan panglima TNI yang baru.

Hal tersebut untuk menjamin upaya peningkatan profesionalisme TNI.

"Panglima TNI sebelumnya dari AD, saat ini dari AU, maka calon Panglima TNI baru sebaiknya dari matra AL. Dan ini berarti KASL Laksamana TNI Yudo Margono," ucapnya.

Shiskha kemudian menyebut terkait peningkatan ketegangan di wilayah Laut China Selatan.

Kemudian, eskalasi konflik Indonesia dengan Tiongkok terkait aktivitas kapal penangkap ikan di Laut Natuna Utara.

Menurutnya, hal tersebut membutuhkan orientasi strategi pertahanan maritim termasuk pengamanan jalur keamanan dan keselamatan di laut.

Shiskha juga menyebut peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali beberapa waktu lalu, tidak akan berimbas terhadap citra Laksamana TNI Yudo Margono.

"Saya kira tidak. Saya malah melihat peningkatan perhatian publik pada kondisi alutsista dan memberikan momentum untuk memperkuat prioritas penguatan kapasitas pertahanan maritim menuju pembentukan negara maritim Indonesia," jelasnya.

Orientasi dan prioritas perspektif maritim dalam penguatan postur dan kapasitas pertahanan melalui profesional TNI menjadi semakin urgen.

"Geopolitik dunia semakin mengarah pada penguasaan akses dan sumber daya di laut yang tentu saja membutuhkan tata kelola ruang maritim di antar para negara yang berkepentingan," kata Shiskha.

Selain KSAL, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo juga memiliki peluang yang sama untuk menjabat sebagai panglima TNI.(Antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Shiskha menyebut sejumlah keuntungan jika panglima TNI yang baru nantinya berasal dari matra TNI Angkatan Laut.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News