Negara dengan Pertumbuhan Mobil Listrik Paling Menonjol, Indonesia?

Negara dengan Pertumbuhan Mobil Listrik Paling Menonjol, Indonesia?
Mobil listrik buatan lokal ikut meramaikan IEMS 2019. Foto: Ridha/JPNN

jpnn.com - Dalam laporan tahunan keenam Automotive Disruption Radar (ADR) Roland Berger, menunjukkan bahwa industri otomotif saat ini sudah sejalan dalam target emisi yang diharapkan.

Menurut peneliti ADR, indikator itu dilihat dari tren penjualan kendaraan bertenaga listrik yang terus tumbuh.

Dalam 12 bulan terakhir, penjualan mobil listrik meningkat siginifikan di Singapura (241 persen) dan Belanda (120 persen).

Negara dengan Pertumbuhan Mobil Listrik Paling Menonjol, Indonesia?

Berdasarkan survei ADR terhadap 16.000 konsumen di 17 negara, pangsa pasar kendaraan listrik dan plug-in hybrid masih hanya sekitar 5 persen di China, 2,5 persen di Jerman, dan 1,8 persen di Amerika Serikat.

"Perusahaan OEM di seluruh dunia telah meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik, mengakuisisi supply baterai, dan menyiapkan rancangan untuk transformasi industri otomotif. Namun, infrastruktur untuk era kendaraan listrik masih belum tersedia," ujar Wolfgang Bernhart, partner dan pimpinan global konsultan strategi otomotif Roland Berger.

Di sisi kesiapan infrastruktur kendaraan listrik sendiri, Belanda menjadi negara paling dominan dengan rata-rata 29,3 stasiun pengisian baterai listrik per 100 km. China hanya memiliki 8,3 per 100 km, Singapura 4,3, Jepang 3,0 dan Dubai 17,6.

Gerak perkembangan infrastruktur kendaraan listrik, disebutkan masih menjadi faktor utama bagi konsumen yang ingin berpindah dari kendaran konvensional ke kendaraan listrik modern.

Dalam laporan tahunan keenam Automotive Disruption Radar (ADR) Roland Berger, bahwa tren kendaraan listrik di dunia menunjukkan pertumbuhan positif, namun tantangannya masih pada kesiapan infrastruktur.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News