Ini Saran Ekonom untuk Mengatasi Rupiah yang Makin Terpuruk

Ini Saran Ekonom untuk Mengatasi Rupiah yang Makin Terpuruk
Ilustrasi rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) makin terpuruk. Posisinya kini sudah mencapai level Rp 14 ribu per dolar.

Untuk menjaga rupiah agar tidak terus terpuruk, Ekonom Sawiji Widoatmodjo menyarankan, Indonesia harus kembali kepada produk lokal. Saat ini ketergantungan Indonesia terhadap produk impor sangat tinggi. Akibatnya posisi rupiah tidak stabil. Banyak industri yang bahan bakunya tergantung pada impor.

Selain itu, menurut Sawiji yang juga dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara, jangan lagi menggunakan kata tradisional untuk setiap produk lokal tapi local genius. Dengan dua cara ini, dia optimistis bisa mendongkrak mata uang rupiah.

“Rupiah bisa ditekan satu-satunya dengan menggunakan produk lokal. Setop menggunakan kata tradisional tapi local genius untuk mengangkat pamor produk lokal. Kalau ini dilakukan secara masif, saya yakin rupiah akan terdongkrak," kata Sawiji dalam ajang Entrepreneur Week di Jakarta, Jumat (18/5).

Rektor Untar Prof Agustinus Purna Irawan menambahkan, butuh entrepreneur muda yang menggunakan potensi lokal. Banyak potensi lokal seperti rendang, ayam goreng, dan produk lainnya. Sayangnya, masyarakat lebih cinta makanan luar negeri. Ini jadi tantangan bagi dosen dan mahasiswa bagaimana menghasilkan produk lokal yang bisa go internasional.

"Dengan Entrepreneur Week, mahasiswa bisa mempraktekkan teori kewirausahaan yang didapat. Diharapkan dari sini muncul bisnis startup yang menggunakan produk lokal, sehingga tidak ada ceritanya mahasiswa lulus jadi pengangguran," bebernya.

Dia menambahkan, dengan makin banyaknya pebisnis baru yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menggunakan produk lokal, rupiah akan tetap perkasa.(esy/jpnn)


Untuk menjaga rupiah agar tidak terus terpuruk, Ekonom Sawiji Widoatmodjo menyarankan, Indonesia harus kembali kepada produk lokal.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News