Inilah Alasan Pulau Komodo Bakal Ditutup Sementara

Inilah Alasan Pulau Komodo Bakal Ditutup Sementara
Komodo di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Foto: Kemenpar

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam waktu dekat akan membentuk tim terpadu untuk melakukan kajian tentang kemungkinan penutupan sementara Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.

Hal tersebut dilakukan setelah melihat populasi Komodo yang terus menunjukkan tren penurunan dalam 2 tahun terakhir. Diperkirakan, penurunan populasi disebabkan perburuan rusa dan kerbau yang merupakan mangsa utama komodo.

Selain itu, tim terpadu juga akan membuat prediksi masa depan pengelolaan TN Komodo sebagai kawasan eksklusif.

Tim akan terdiri dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), bersama Pemprov NTT, Pemkab Manggarai Barat. “Setelah nanti terbentuk, tim terpadu ini akan segera bekerja melaporkan hasil kajiannya kepada Menteri LHK paling tidak pada Juli 2019,” kata Dirjen KSDAE Wiratno, seperti diberitakan Jawa Pos.

Penutupan atau pembukaan kembali suatu kawasan konservasi diputuskan atas pertimbangan ilmiah dan kondisi tertentu. Untuk TN Komodo, tim terpadu akan memberikan rekomendasi kepada KLHK melalui Direktorat Jenderal KSDAE pada bulan Agustus 2019.

Wiratno menjelaskan, jika tim memutuskan Pulau Komodo harus ditutup, paket wisata yang telah terlanjur dipasarkan tetap dapat dilanjutkan, kecuali di Pulau Komodo. Penutupan akan berlaku efektif mulai Januari 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Yang ditutup hanya Pulau Komodo, tidak semua kawasan TN Komodo. Turis masih bisa melihat Komodo di Pulau Rinca dan di beberapa tempat lainnya," Ujar Wiratno.

BACA JUGA: Komarudin Watubun: Cabut Investasi Berisiko di Pulau Komodo

Pemerintah dalam hal ini KLHK sedang mengkaji kemungkinan Pulau Komodo ditutup sementara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News