Inilah Inovasi Terbaru Masker, Mengutamakan Kualitas Udara yang Terhirup

Inilah Inovasi Terbaru Masker, Mengutamakan Kualitas Udara yang Terhirup
PLUG Nasal Filter. Foto: Plug for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kondisi polusi udara terkini di Jakarta memiliki indeks kualitas udara yang menempati urutan pertama terburuk di dunia.

Jakarta hanya memiliki 14 hari dari 180 hari yang tergolong sehat menurut Greenpeace Indonesia.

British Environmental Audit Committee mengungkapkan, polusi dalam mobil 15 kali lebih tinggi. Saat macet, manusia menghirup polusi udara 40 persen lebih tinggi.

Selain polusi yang berasal dari luar ruangan, US Environmental Protection Agency bahkan menemukan fakta bahwa polusi di dalam ruangan pun lima kali lipat lebih berbahaya.

Penggunaan alat kesehatan seperti masker pun kini menjadi hal wajib untuk melindungi pernapasan yang diharapkan tidak hanya mencegah dari bahaya polutan, tetapi menjadi proteksi dari penularan virus.

"PLUG Nasal Filter hadir sebagai inovasi terbaru masker udara yang mengutamakan kualitas udara yang terhirup. Alat penyaring hidung pertama di Indonesia yang berasal dari Korea Selatan ini terdiri dari 3 lapis filter hidung yang bekerja secara langsung dan efektif menghambat debu, serbuk sari, alergen, dan partikel udara di dalam rongga hidung," tutur Elisabeth Paulus selaku Direktur PT Laniros Dian Pharma dalam siaran persnya, Senin (13/7).

Dia melanjutkan, hasil uji laboratorium independen terstandar (KITECH) menunjukkan bahwa daya filtrasi PLUG mencapai 96,3 persen dalam menghalau polusi partikel kecil sehingga dapat menghasilkan kualitas udara yang lebih sehat untuk masuk ke dalam tubuh.

Persentase daya filtrasi PLUG lebih besar dibandingkan dengan masker biasa yang hanya mencapai 33,3 persen.

Penggunaan masker menjadi hal wajib untuk melindungi pernapasan, untuk proteksi dari penularan virus.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News