Inovasi Epson untuk Industri Tekstil dan Mode Dunia

Inovasi Epson untuk Industri Tekstil dan Mode Dunia
Ilustrasi. Printer Epson. Foto: Dok. Epson

Pencetakan digital dapat mengurangi langkah proses produksi hingga setengahnya. Dengan proses fiksasi panas kering seperti sublimasi pewarna, langkah-langkah ini dapat dikurangi bahkan lebih jauh.

Lebih penting lagi, digital dapat mengurangi pemakaian air sebanyak 90% per m2, mengurangi konsumsi energi sekitar 37%, dan menurunkan emisi CO2 sekitar 25%.

Epson berkomitmen untuk meningkatkan standar keberlanjutan untuk mendukung bisnis di industri tekstil. Epson sedang menciptakan visi untuk alur kerja masa depan.

Produksi Lebih Cepat

Industri manufaktur kain dan garmen adalah salah satu lingkungan di dunia yang membutuhkan proses serba cepat, tetapi konsumen masih menuntut waktu penyelesaian yang makin cepat. Akibatnya, rantai pasokan menyusut, dan bisnis merespon dengan cara yang sama.

TMI memilih printer tekstil digital dye sublimation Epson SureColorSC-F9330 untuk mengembangkan pabriknya dengan cara modern, berkelanjutan dan inovatif. Printer Epson dipilih berdasarkan modelnya yang kompetitif, konsistensi warna, kualitas hasil cetak, kecepatan cetak, dan membantu transformasi digital dan rencana TMI untuk merevolusi industri ini.

Mempertahankan Kualitas

Banyak pabrik tekstil yang masih keberatan tentang pencetakan digital karena mereka masih percaya bahwa mesin-mesin tertentu tidak dapat memberikan kualitas yang konsisten di tingkat perusahaan. Kekhawatiran ini membuat Sairung Printing Industry Ltd. (SRP), produsen garmen Thailand, bergantung pada teknologi analog selama beberapa dekade, tetapi perusahaan akhirnya memahami dampak pencetakan digital dalam industri mode.

Epson terus memperluas dan meningkatkan lini pencetakan tekstil digital langsung ke kain, yang kali ini memperkenalkan Monna Lisa Evo Tre 64.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News