Internet di Desa Wadas Lelet, Listrik Padam, YLBHI Curiga Begini

Internet di Desa Wadas Lelet, Listrik Padam, YLBHI Curiga Begini
Sejumlah warga yang sempat ditahan polisi tiba di halaman masjid Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (9/2/2022). Sebanyak 64 warga Desa Wadas dibebaskan oleh pihak kepolisian terkait aksi penolakan pembangunan Bendungan Bener. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mencurigai ada agenda tersembunyi di balik pemadaman listrik dan perlambatan akses internet di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah (Jateng).

Isnur menduga ada pihak yang ingin mencegah penyebarluasan informasi terkait situasi terkini di Desa Wadas yang sempat mencekam pada Selasa (8/2) lalu.

"Kami curiga ada upaya mencegah publikasi, live stream, penyebarluasan informasi, dengan cepat melalui sosial media dengan cara perlambatan (internet),” kata Isnur saat diskusi virtual yang diselenggarakan Iluni UI secara virtual, Minggu (13/2).

Menurut Isnur, insiden pengerahan aparat kepolisian ke Desa Wadas sebenarnya terekam dari sejumlah video.

Namun, akses internet lelet membuat informasi itu sulit keluar ke media sosial.

Isnur juga menyinggung sempat padamnya aliran listrik di Desa Wadas selama beberapa hari.

Dia mengatakan kejadian listrik padam berdampak pada banyak hal. Salah satunya ialah arus keluar masuknya informasi dari Desa Wadas.

"Informasi, misalnya televisi ataupun HP yang lowbat tidak bisa dilakukan untuk percepatan informasi keluar," ungkap Isnur.

YLBHI curiga ada pihak yang ingin menutup-nutupi informasi terkait di Desa Wadas setelah listrik padam dan akses internet lelet diduga diperlambat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News