LBH Ansor Kabarkan Situasi Terkini Desa Wadas, Warga Masih Trauma

LBH Ansor Kabarkan Situasi Terkini Desa Wadas, Warga Masih Trauma
Sejumlah warga yang sempat ditahan polisi tiba di halaman masjid Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (9/2/2022). Sebanyak 64 warga Desa Wadas dibebaskan oleh pihak kepolisian terkait aksi penolakan pembangunan Bendungan Bener. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj

jpnn.com, PURWOREJO - Lembaga Bantuan Hukum GP Pemuda Ansor atau LBH Ansor mengabarkan situasi terkini dari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah (Jateng).

Menurut Kepala Advokasi dan Litigasi LBH PP GP Ansor Sahabat Dendy Zuhairil Finsa, listrik yang sempat padam di Desa Wadas sejak Senin (7/2), sudah menyala lagi pada Sabtu (12/2) siang.

Namun, warga di desa yang digeruduk aparat beberapa hari lalu itu masih mengalami kesulitan untuk mengakses internet.

"Listrik sudah menyala, tetapi internet dan sinyal HP tidak ada," ungkap Dendy dikonfirmasi JPNN.com dari Jakarta pada Sabtu malam.

LBH Ansor yang mendirikan posko di rumah Syuriah Ranting NU Kecamatan Bener KH Basrodin juga mengonfirmasikan soal keberadaan polisi di Desa Wadas.

"Aparat sudah turun semua, kecuali tadi (kemarin, red) yang kerja bakti," ucapnya.

Selain itu, Dendy juga mengonfirmasikan masih adanya alat komunikasi warga di desa itu yang disita aparat.

"Masih ada tiga HP warga yang masih disita dan belum dikembalikan," ungkap Dendy.

LBH Ansor menginformasikan warga Desa Wadas masih trauma setelah penyerangan dan penangkapan oleh aparat pada Selasa (8/2) lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News