Interpretasi Hukum Puritan Oleh Taliban Mewajibkan Penutupan Wajah Manekin

Interpretasi Hukum Puritan Oleh Taliban Mewajibkan Penutupan Wajah Manekin
Di bawah pemerintahan Taliban, pemilik toko tidak diizinkan memperlihatkan wajah manekin perempuan. (AP: Ebrahim Noroozi)

Mereka mengeluhkan bagaimana mereka tidak dapat memajang pakaian mereka dengan benar atau harus merusak manekin yang dianggap berharga.

Akhirnya Taliban mengubah perintah mereka dan mengizinkan pemilik toko untuk menutup kepala manekin.

Para pemilik toko kemudian harus menyeimbangkan antara mematuhi Taliban dan berusaha menarik pelanggan.

Keputusan mereka tergambar dari manekin yang dipajang di Jalan Lycee Maryam, daerah belanja warga kelas menengah yang dipenuhi toko pakaian di bagian utara Kabul.

Jendela toko mereka dipenuhi dengan manekin yang memakai gaun malam dan gaun yang penuh warna dan dekorasi, mengenakan berbagai jenis penutup kepala.

Di salah satu toko, kepala manekin dibungkus dengan karung yang terbuat khusus dari bahan yang sama dengan pakaian tradisional yang mereka tampilkan.

Misalnya, salah satu manekin dengan gaun ungu berhiaskan manik-manik dengan kerang cowrie, memakai penutup kepala yang juga berwarna ungu.

Manekin lain yang memakai gaun merah bersulam emas, tampak anggun mengenakan topeng beludru merah dengan mahkota emas di kepalanya.

Di bawah kekuasaan Taliban, wajah manekin yang mengenakan pakaian perempuan di ibu kota Afghanistan harus ditutup dengan kain pakaian atau bahkan plastik hitam

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News