Investasi Migas Kembali Bergairah

Investasi Migas Kembali Bergairah
Ilustrasi. Foto: AFP

Jumlah tersebut berasal dari rencana 245 sumur atau setara 59 persen. Sementara itu, kerja ulang atau work over sudah terealisasi 4 sumur di antara rencana 1.286 sumur. Jika dilihat dari perawatan sumur yang terelisasi, SKK Migas mencatat ada 16.822 sumur di antara rencana 39.956 sumur.

Meski demikian, Amien menyebutkan, realisasi kegiatan program eksplorasi seperti survei seismik dan pengeboran eksplorasi justru minim. Di antara 10.955 kilometer survei seismik dua dimensi (2D), pada semester 1, hanya terealisasi 1.057 kilometer.

Kegiatan seismik tiga dimensi (3D) justru lebih buruk, hanya 865 kilometer di antara target 11.217 kilometer. ’’Hal itu bisa berdampak pada penurunan penemuan cadangan migas ke depan,’’ jelas Amien.

Secara terpisah, realisasi investasi terlihat dari penandatanganan perjanjian pembiayaan proyek LNG Tangguh Train 3 di kantor SKK Migas kemarin. Proyek tersebut mendapatkan pinjaman komersial USD 3,745 miliar atau sekitar Rp 50,557 triliun.

Amien menuturkan, proyek Tangguh Train 3 merupakan pembiayaan kali pertama proyek LNG yang melibatkan institusi keuangan domestik. Bank internasional yang berpartisipasi berasal dari Tiongkok, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Perancis, Singapura, dan lembaga multilateral lainnya.

Sementara itu, dari Indonesia, ada Bank Mandiri, BNI, BRI, dan PT Indonesia Infrastructure Finance. Fasilitas pinjaman didapatkan melalui metode trustee borrowing scheme (TBS) dengan HSBC (New York) sebagai wali amanat/trustee dan HSBC (Jakarta) sebagai akun bank dalam negeri. (dim/jos/jpnn)

JAKARTA – Industri minyak dan gas di Indonesia, tampaknya, kembali bergairah. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan produksi minyak pada beberapa


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News