Investasi Pulp and Paper Meroket

Investasi Pulp and Paper Meroket
Investasi Pulp and Paper Meroket
JAKARTA – Industri Pulp and Kertas di Tanah Air telah berkembang pesat. Industri ini setidaknya telah menarik investasi sebesar USD 16 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 242.822  orang. Pertumbuhan industri pulp and paper ini, bisa mendatangkan devisa sekitar USD 4 miliar atau 6,1 persen dari total produksi sektor manufaktur.

Sekertaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto mengatakan, Indonesia menempati urutan ke-9 negara pengekspor pulp terbesar dunia dengan rata-rata ekspor 1,6 juta ton pulp per tahun di bawah Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Kanada, Finlandia, Swedia,  dan Korea Selatan. Sementara dalam produksi kertas, Indonesia masuk 12 besar dengan rata-rata ekspor 1,7 juta ton kertas per tahun.

Di samping pasar Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia dan Jepang, saat ini pasar yang sangat potensial adalah Asia terutama Tiongkok dan India. “Untuk permintaan kertas, Asia tetap memimpin dalam pertumbuhan pulp and paper di dunia,” katanya di Jakarta.

Diramalkan, permintaan pulp dan kertas dari 2010 sampai 2015 bakal melonjak tajam, begitu juga dengan suplainya. Pada 2010 pertumbuhan pulp tercatat sebesar 4,3 juta ton dan akan meningkat pada 2025 menjadi 5,7 juta ton. Sementara berdasarkan produksi, volume industri pulp mencapai 26,5 juta ton dan diprediksi naik menjadi 38,9 juta ton pada tahun 2025.

JAKARTA – Industri Pulp and Kertas di Tanah Air telah berkembang pesat. Industri ini setidaknya telah menarik investasi sebesar USD 16 miliar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News