Irma Suryani Chaniago Berang, Kementan Tak Dilibatkan Tetapkan HPP Gabah

Irma Suryani Chaniago Berang, Kementan Tak Dilibatkan Tetapkan HPP Gabah
Pemerhati pangan dari Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menyayangkan penentuan HPP gabah tidak melibatkan Kementan. Foto: Dokumentasi Humas DPR RI

"Saat ini, petani menjerit. Apalagi di tengah panen raya, Bulog malah import beras, kondisi ini menyebabkan gabah petani tidak terserap dan mau tidak mau mereka harus menjual dengan harga terendah," lanjutnya. 

Akibatnya, jelas Irma, petani akan mengalami kerugian sehingga mungkin petani tidak mampu berproduksi lagi. 

"Terus terang saya curiga jangan-jangan ini disengaja agar petani tidak mampu bersaing dengan harga beras impor dan akhirnya Bulog punya alasan untuk impor dengan argumen menjaga harga beras tidak naik," pungkas Irma.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan beras jelang puasa dan lebaran mendatang dalam posisi aman.

Kepastian tersebut mengacu pada laporan petani, data BPS, dan data standing crop citra satelit serta pantauan langsung di sejumlah sentra padi.

Berdasarkan data yang ada, panen raaya Februari 2023 sudah mencapai 1 juta hektare dan Maret 2023 mencapai 1,9 juta hektare.

Terpisah, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henri Saragih juga menyayangkan kebijakan penetapan harga batas atas pembelian gabah dan beras.

Menurut dia, kebijakan tersebut hanya merunyamkan petani karena harga yang ada saat ini tidak sesuai dengan biaya produksi.

Pemerhati pangan dari Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menyayangkan penentuan HPP gabah tidak melibatkan Kementan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News