JPNN.com

Jadi Anak Buah Jokowi, Pak Prabowo Makin Paripurna

Selasa, 22 Oktober 2019 – 23:26 WIB Jadi Anak Buah Jokowi, Pak Prabowo Makin Paripurna - JPNN.com
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10). Foto; M Fathra Nazrul/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sepertinya akan bergabung dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Bahkan, dikabarkan Partai Gerindra akan mendapatkan dua kursi menteri. Semua itu akan terjawab saat Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi susunan kabinetnya, yang direncanakan pada Rabu (23/10).

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria sangat optimistis Prabowo akan mendapat simpati masyarakat karena bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

“Justru dengan masuknya Pak Prabowo di pemerintahan itu menunjukkan jiwa besar, lapang dada, sportivitas dan kenegarawanan beliau semakin paripurna,” kata Riza di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/10).

Riza meyakini masyarakat akan melihat bahwa Prabowo dalam sikap dan keputusannya selalu mendahulukan kepentingan negara, bangsa, dan rakyat. “Prabowo selalu mengalah untuk kepentingan yang lebih besar. Dulu 2014 harusnya Gerindra jadi ketua MPR, tetapi untuk kepentingan yang lebih besar Gerindra mengalah,” ujarnya.

“Jadi, Pak Prabowo itu, kepentingan partai selalu dikalahkan kepentingan bangsa. Sudah teruju kenegarawanannya,” tambah ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR itu.

Menurut Riza, yang menjadi dasarnya dalah mengedepankan kepentingan bangsa yang lebih besar, yakni agar polarisasi tidak terus tajam, tak terjadi perpecahan di antara akar rumput, dan anak bangsa. “Ini menunjukkan bahwa beliau ingin bangsa ini terus bersatu, bangkit, bersama dan beliau ingin memberikan kontribusi yang positif bagi bangsa negara melalui pertahanan negara,” katanya.

Riza tidak menampik bahwa tentu ada sebagian orang yang pengin Partai Gerindra tetap berada di luar pemerintahan. Menurut dia, itu merupakan hal biasa dan wajar dalam demokrasi. Dia menegaskan, justru dinamika itu harus dibiarkan tumbuh, dan tidak boleh dilarang-larang.

“Hambatan-hambatan dan tantangan-tantangan seperti itu, kami amati dan kami atasi. Bukan kami larang, tetapi biarlah itu bagian dari koreksi kita semua, supaya demokrasi kita semakin baik,” paparnya. (boy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...