Jalur Batu Bara Diblokir, Hari Ini Tongkang Tetap Tak Boleh Lewat

Jalur Batu Bara Diblokir, Hari Ini Tongkang Tetap Tak Boleh Lewat
Jalur Batu Bara Diblokir, Hari Ini Tongkang Tetap Tak Boleh Lewat
Hanya Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Sudarno, yang mendatangi kelompok OKP. "Saya seratus persen mendukung gerakan ini," kata politisi muda asal PDI Perjuangan ini melalui megaphone.

Pukul 10.15 Wita, massa bergerak ke bibir Sungai Mahakam, tiga puluh meter di depan Kantor Gubernur. Dengan sepuluh perahu bermotor tempel (ketinting/klotok), mereka menuju Jembatan Mahakam di antara rinai hujan. Di bawah jembatan, di antara pilar-pilarnya, perahu itu dijejer untuk memblokir sungai.

Mereka pun membentangkan spanduk bertulis, "Hentikan perampasan hak-hak rakyat Kaltim yang oleh pusat." Aksi ini berjalan di bawah pengamanan personel Polresta Samarinda dan Ditpolair Polda Kaltim. Hingga petang kemarin, penutupan jalur tongkang batu bara terus berlangsung.

Tujuan menghalangi keluarnya batu bara dari Bumi Etam tak lain menyumbat suplai bahan bakar pembangkit listrik di Pulau Jawa. Sebagian besar batu bara untuk listrik Jawa berasal dari Kalimantan.

Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim (versi Ancol), Viktor Juan, yang ikut dalam aksi ini mengatakan bahwa mereka menuntut sikap pemerintah pusat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, kata dia, hanya memberi wacana penambahan kuota BBM bersubsidi bagi Kalimantan. Sampai sekarang wacana itu tak ada realisasinya.

SAMARINDA - Ancaman memblokir Sungai Mahakam benar-benar dibuktikan. Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) akhirnya menutup jalur tongkang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News