JPNN.com

James Mokoginta dan Felmy Sumahe Berebut Sabuk WBC Asia

Minggu, 08 September 2019 – 09:53 WIB James Mokoginta dan Felmy Sumahe Berebut Sabuk WBC Asia - JPNN.com
Ketua Pelaksana Pancasila Boxing Day, Nina Wijoyono bersama petinju James Mokoginta, Thoedsak Sinam dan Ketua BP3, Hakim saat sesi Timbang Badan di Jakarta, Sabtu (7/8). Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Dua petinju tanah air, James Mokoginta dan Felmy Sumaehe akan berjuang mendapatkan gelar tertinggi di Asia pada hari ini di The Pallas, SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (8/9).

James akan berhadapan dengan petinju asal Thailand, Thoedsak Sinam memperebutkan sabuk WBC Silver Lightweight Championship. Sedangkan, petinju wanita Felmy Sumahe juga akan menghadapi petinju Tahiland, Saowaluk Nareepangsri guna memperebutkan sabuk WBC Asia Female Bantamweight Championship.

Duet kedua petinju ini akan berlangsung di ajang 'Pancasila Boxing Day' yang digelar Badan Pengusaha Pemuda Pancasila (BP3) DKI Jakarta sebagai bagian menumbuhkan industri olahraga dan bakat petinju tanah air.

BACA JUGA: Cekik Poirier dari Belakang, Khabib Nurmagomedov Pertahankan Gelar Kelas Ringan UFC

"Selain dua pertandingan berskala internasional, Pancasila Boxing Day juga menggelar 11 pertandingan petinju profesional dan 11 pertandingan eksibisi," ujar Ketua Pelaksana yang juga Promotor pertandingan, Nina Wijoyono di sela-sela sesi Timbang Badan dan Press Confrence di Jakarta, Sabtu (7/9).

Nina Wijoyono mengatakan, ajang ini juga menjadi wadah bagi para petinju profesional mengasah kemampuannya di tengah jumlah pertandingan tinju di Indonesia yang tidak banyak. "Saya merasa petinju Indonesia masih kurang wadah. Seorang petinju profesional jika tak bertanding selama satu tahun saja, pasti peringkatnya akan turun dan lepas," ujar  Nina.

BACA JUGA: Khabib Nurmagomedov: Alhamdulillah, Alhamdulillah

Spesialnya, di ajang ini peraih sabuk IBO Featherweight dan Lightweight Championship, Daud Yordan akan menjadi komentator. "Daud Yordan sudah konfirmasi dan mau menjadi komentator. Di tahun depan, kami juga tidak menutup kemunginan untuk menambah pertandingan internasional atau bisa jadi Daud Yordan juga ikut bertanding," ujar Nina.

Ketua BP3 Hakim menambahkan, industri olahraga, khususnya tinju di Indonesia punya potensi besar. "Tinju itu olahraga kedua populer di Indonesia setelah sepakbola. Kita ingin industri ini lebih entertaining dan mampu menemukan bibit baru atlet tinju Indonesia," ujar Hakim yang berencana menggelar ajang tersebut setiap tahun dan akan menambah jumlah pertandingan internasional.(mg7/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...