Minggu, 22 Juli 2018 – 00:14 WIB

James Ricketson Jatuh Sakit Di Penjara Kamboja

Sabtu, 05 Mei 2018 – 08:00 WIB
James Ricketson Jatuh Sakit Di Penjara Kamboja - JPNN.COM

Sutradara asal Australia James Ricketson telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit didalam penjara di Kamboja karena berbagai keluhan kesehatan saat ia menunggu persidangan atas tuduhan spionase.

James Ricketson berusia 69 tahun dan penahannya yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan di dalam sel bersama dengan 126 pria lainnya telah menunjukan dampaknya.

Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Duta Besar Australia di Kamboja, James Ricketson mengatakan dia menderita nyeri di bagian dada dan batuk dan telah menjalani pemerikasaan x-ray untuk tuberkulosis. Tapi dia belum diberitahu hasil tes.

James Ricketson telah dipindahkan ke pusat kesehatan di dalam penjara di mana dia setidaknya bisa berbaring, tetapi di fasilitas itu hanya ada perawatan medis yang terbatas.

Dia ditangkap pada bulan Juni, tetapi sejauh ini Pemerintah Kamboja tidak memberikan bukti siapa yang diduga telah dia mata-matainya.

Poin inti:

  • Jess Ricketson mengklaim ayahnya telah kehilangan 20 persen dari berat tubuhnya
  • James Ricketson menggambarkan serangkaian dokter tanpa kehadiran dan konsultasi yang tidak kompeten
  • Pemerintah Kamboja tidak memberikan bukti siapa yang dia duga telah dimata-matainya

Putranya di Phnom Penh dan secara teratur mengunjungi ayahnya di penjara Prey Sar di pinggiran ibukota tersebut.

"Keluhan utamanya adalah dia mendapat semacam infeksi di bagian dada, yang tidak didiagnosis dengan benar pada saat ini tetapi bisa jadi tuberkulosis atau pneumonia, kami tidak terlalu pasti," kata Jesse Ricketson.

James Ricketson dikirim ke rumah sakit di Phnom Penh untuk di rontgen dadanya tetapi dikembalikan lagi ke penjara tanpa diagnosis atau konsultasi lebih lanjut.

"Dia juga memiliki berbagai iritasi kulit ... beberapa kelenjar mengalami pembengkakan, dia lemas tidak bertenaga, dan tidak bisa benar-benar tidur, dia kehilangan 20 persen dari berat tubuhnya," kata Jesse Ricketson, kepada ABC.

Penjara Kamboja terkenal penuh sesak dan memiliki fasilitas medis yang sangat terbatas.

"Mereka pada dasarnya tidak memiliki kapasitas untuk mendiagnosis atau mengobati apa pun, apa yang dia dapatkan di klinik didalam penjara adalah hanya tempat tidur dimana dia bisa berbaring dan beristirahat dengan nyaman,” kata Jesse Ricketson.

Memohon bantuan kedutaan Australia
Australian filmmaker James Ricketson arrives at Cambodian court Video: Australian filmmaker James Ricketson arrives at Cambodian court (Indonesian)

Di dalam suratnya kepada duta besar Australia untuk Kamboja, Angele Corcoran, James Ricketson menggambarkan kondisinya dan mendesak para pejabat untuk memberikan lebih banyak bantuan.

"Nyeri dada ... bisa berhubungan dengan hatiku atau murni memang karena nyeri fisik [muskuloskeletal] dan terkait dengan usiaku dan tidur di lantai beton yang hanya diganjal dengan dua handuk dan selembar selimut katun yang dilipat sebagai 'kasur," tulisnya, dalam surat tertanggal 22 April dan diunggah di akun Facebook yang dijalankan oleh putri angkatnya, Roxanne.

Dia mengeluhkan soal perawatan medisnya,  seraya menggambarkan serangkaian dokter yang tidak muncul dan konsultasi yang tidak kompeten.

"Pemeriksaan medis lengkap saya 'pada 13 April tidak termasuk suhu yang saya ambil, denyut nadi saya diukur ... tes darah, pemeriksaan medis atau percakapan dengan dokter," James Ricketson menulis.

"Serangkaian tindakan yang sia-sia difasilitas ini telah membuat saya harus membayar biaya berobat $ 300 ($ 399).

"Mungkinkah Kedutaan Besar Australia, atas nama saya, menghubungi Dr Hung dan menanyakan kepadanya apa hasil dari rontgent X Ray saya begitu juga dengan penyakit saya dan langkah medis apa yang harus diambil untuk mengatasi masalah ini," James Ricketson menulis dalam suratnya ke duta besar.

Kedutaan di Phnom Penh sebelumnya mengatakan pihaknya memberikan bantuan konsuler standar.

Menteri Luar Negeri Julie Bishop menulis kepada rekannya di Kamboja awal tahun ini tetapi isi surat itu belum dipublikasikan.

Sutradara film Australia itu ditangkap di jalan-jalan di Phnom Penh pada bulan Juni, sehari setelah menerbangkan drone di atas massa aksi unjuk rasa politik.

Dia dituduh mengumpulkan informasi untuk negara asing yang dapat merugikan pertahanan nasional Kamboja.

Jaksa belum mengindikasikan siapa yang dituduh James Ricketson sebagai mata-mata.

Penyelidikan sejauh ini terfokus pada email tentang dan kepada oposisi Partai Penyelamatan Nasional Kamboja, yang dilarang tahun lalu oleh Perdana Menteri Hun Sen yang otoriter.

James Ricketson menyangkal semua kesalahan, dan mengatakan hubungannya dengan oposisi murni urusan jurnalistik.

Penahanan pra-ajudikasi lama mengambil korban

Wartawan Australia Peter Greste - yang dipenjarakan di Mesir - menyerukan agar James Ricketson dibebaskan.

"Bantulah membebaskan jurnalis lain di penjara atas tuduhan keamanan nasional," kata Greste pada bulan Desember.

"Tidak ada bukti bahwa James Ricketson di Kamboja bersalah atas apa pun selain rasa kepedulian," katanya.

James Ricketson telah bolak balik berkunjung ke Kamboja selama 20 tahun, membantu keluarga miskin dan membuat film dokumenter.

Menurut hukum Kamboja, penahanan sebelum sidang awal hingga enam bulan dapat diperpanjang dua kali.

Putra James Ricketson mengatakan penahanan pra-sidang yang lama menunjukan dampaknya.”

"Dia pria yang kuat dan dia bertahan disana, tapi pasti membuatnya lelah," kata Jesse Ricketson.

"Dia berusia 69 tahun, kami pindah ke musim panas ... dan tidak memiliki perawatan medis yang tepat adalah sebuah bencana, kami benar-benar khawatir tentang apa yang bisa terjadi."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar