Jangan Salah Susun Asumsi APBN

Jangan Salah Susun Asumsi APBN
Jangan Salah Susun Asumsi APBN
September lalu, Pemerintah melalui agenda Penetapan Asumsi Makro sub Sektor Migas RUU APBN 2011, menetapkan Indonesia Crude Oil (ICP) sebesar USD80 per barel. Namun, dalam waktu sepekan terakhir tren harga minyak dunia telah melampaui USD85 barel per hari.

Masih dalam APBN-P 2010, kuota premium bersubsidi adalah 21.433.664 kiloliter dan solar 11.194.175 kiloliter. Sedangkan, realisasi konsumsi premium ber-subsidi sampai Agustus 2010 adalah 14.948.798 kiloliter atau 69 persen dari kuota dan solar 8.515.732 kiloliter atau 76,07 persen dari kuota. Beberapa kalangan bahkan pemerintah pun memprediksi, kuota BBM subsidi akan melebihi target yang ditetapkan.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis, mengatakan, pembengkakan subsidi tersebut tidak bisa sepenuhnya ditutupi dengan cadangan risiko fiskal yang telah dialokasikan dalam APBN-P 2010. Sebab, cadangan risiko fiskal dialokasikan hanya Rp1,5 triliun.

"Dengan pola APBN-P 2010 tidak ada lagi dana tersedia untuk menambah kekurangan tersebut. Pemerintah harus mengajukan lagi jika memang diperlukan. Sikap Banggar tentu akan ditentukan oleh rapat Banggar bila ada usulan itu dari pemerintah. Jadi nanti kita tunggu saja," kata Harry.(afz/jpnn)


JAKARTA — Pengamat ekonomi yang juga Direktur eksekutif Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto, mengatakan, pemerintah harus berhati-hati


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News