Jangan Salahkan Warga Natuna yang Takut Sama Virus Corona

Jangan Salahkan Warga Natuna yang Takut Sama Virus Corona
Para pengunjuk rasa di Ranai, Natuna pada 1 Februari 2020 menuntut pemerintah untuk mengarantina pengungsi Indonesia dari Tiongkok, ke lingkungan yang lebih aman. Foto: Kiki Firdaus, diambil dari channelnewsasia

Menurut Zakiah, lokasi karantina juga terlalu dekat dengan area perumahan warga lokal. Dia mengklaim jaraknya hanya sekitar 2 km, meski pemerintah menyebut jarak lokasi karantina ke penduduk mencapi lebih dari 5 km.

“Jika tempat untuk karantina sedikit lebih jauh, mungkin saya akan sedikit lebih tenang. Saya punya anak perempuan berusia lima tahun,” katanya.

Warga lainnya, Erwin juga prihatin dengan situasi terkini di wilayahnya. "Kami tidak berusaha mengusir mereka (WNI yang dikarantina). Saya ingin jaminan dari pemerintah pusat bahwa tidak ada yang terjadi pada Natuna. Orang-orang di media sosial menyalahkan kami di Natuna tidak ingin bekerja sama. Bukan itu. Kami hanya ingin kejelasan dan mendapatkan rasa aman," kata pria berusia 30-an itu. (cna/jpnn)

Menurut Zakiah, lokasi karantina WNI di Natuna terlalu dekat dengan area perumahan warga lokal. Fasilitas kesehatan di wilayah tersebut juga kurang ideal.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News