Jargon Akhiri Polarisasi Golkar Cs Efektif Memikat Pemilih Pemula

Jargon Akhiri Polarisasi Golkar Cs Efektif Memikat Pemilih Pemula
Ilustrasi - Kiri ke kanan: Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Wasisto Rahardjo menilai misi mengakhiri polarisasi dan politik identitas yang diusung Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) besutan Golkar, PPP dan PAN akan sangat efektif dalam menggaet pemilih pemula.

Namun, koalisi itu perlu menambah kekuatannya dengan menggaet partai berbasis nasionalis religius.

“Saya pikir untuk segmen tertentu misalnya kelompok pemilih mengambang maupun pemilih pemula, itu masih efektif,” ujar peneliti LIPI itu saat dihubungi, Rabu (18/5).

Menurutnya, koalisi tersebut membutuhkan tambahan partai, sehingga basis massanya seimbang antara nasionalis dan religius.

Dengan begitu, KIB dapat benar-benar meredam polarisasi di masyarakat.

“Ada baiknya partai-partai yang direkrut adalah yang kuat secara basis massa baik nasionalis maupun religius,” ujar dia.

Partai Golkar PAN dan PPP sepakat untuk menjalin koalisi pada pemilu 2024. Mereka pun menamakannya sebagai Koalisi Indonesia Bersatu. Kerja sama tiga partai ini dimulai pada Selasa (12/5) kemarin malam.

"Komitmen kerjasama 3 partai politik, yaitu Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dalam pertemuan tanggal 12 Mei 2022, merupakan langkah awal bagi terbangunnya koalisi bersama partai politik menjelang pemilu 2024," Kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, Jumat (15/3).

Misi mengakhiri polarisasi dan politik identitas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) besutan Golkar, PPP dan PAN dinilai bakal efektif pada Pemilu 2024 mendatang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News