Jateng Kandang Banteng, Hasto Yakin Ganjar Satu Periode Lagi

Jateng Kandang Banteng, Hasto Yakin Ganjar Satu Periode Lagi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Taj Yasin dan KH Maimoen Zubair. Foto: Radar Semarang

“Itu adalah upaya politik mendiskreditkan PDI Perjuangan. Kita tidak boleh diam," tegasnya.

Karena itu Hasto juga kembali membeberkan komitmen Megawati terhadap Islam. Sebagai contoh, Megawati semasa menjabat Presiden RI dengan tegas menolak serangan sepihak oleh Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak.

Megawati, kata Hasto, juga melihat ketidakadilan terhadap Palestina menjadi akar terorisme. “Ibu (Megawati, red) justru dengan lantang mengatakan akar terorisme adalah ketidakadilan terhadap Palestina dan kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada kemerdekaan Palestina," tegas Hasto.

Keputusan Megawati mendukung Palestina juga didasari pada akar sejarah. Bahkan, Proklamator RI Bung Karno semasa menjadi presiden juga getol menyuarakan kemerdekaan bagi Bangsa Palestina.

Bahkan, guru-guru Bung Karno adalah tokoh-tokoh Islam terkemuka seperti HOS Tjokroaminoto, KH Ahmad Dahlan, Kyai Wahid Hasyim dan Kyai Wahab Hasbullah. “Islam adalah jalan peradaban untuk membangun Indonesia Raya,” ungkap Hasto.

Bung Karno juga berdiplomasi dengan menyuarakan kepentingan umat Islam. Sebagai contoh, Bung Karno pernah meminta Nikita Khrushchev saat memimpin Uni Soviet untuk menemukan makam Imam Bukhari.

Permintaan Bung Karno itu sebagai syarat bagi Khrushchev yang mengundang Presiden Pertama RI itu ke Leningrad atau St . Hingga akhirnya makam Imam Bukhari ditemukan di Azerbaijan.

Bahkan, Bung Karno juga punya jejak penting bagi Masjid Biru di St Petersburg. Sebab, masjid yang sempat terbengkalai di era Stalin dan Khrushchev itu menjadi terurus lagi atas permintaan Bung Karno.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, Ganjar Pranowo harus kembali terpilih menjadi gubernur agar Jateng tetap menjadi basis bagi partainya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News