Jawaban BMKG Soal Fenomena Embun Es di Dieng

Jawaban BMKG Soal Fenomena Embun Es di Dieng
Embun beku yang muncul akibat penurunan suhu hingga minus tujuh derajat celcius menyelimuti kompleks Candi Arjuna, di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/pras.

Adanya fenomena embun es ini tidak hanya terjadi di Dieng, tetapi juga wilayah lainnya yang berada di pegunungan.

Embun beku tersebut berdampak pada warga yang memiliki usaha tani, menyebabkan gagal panen.

Dodo mengimbau agar para petani di pegunungan mengatur musim tanam dan tetap memperhatikan kondisi cuaca, agar segera dilakukan panen sebelum embun es merusak tanaman.

Dia menjelaskan saat ini 35 persen dari zona musim di seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Sementara itu, beberapa wilayah di Sumatera dan Jawa masih terdapat beberapa wilayah yang belum memasuki kemarau.

Oleh karena itu, fenomena La Nina yang menyebabkan curah hujan yang masih cukup.

Kondisi La Nina akan menuju normalnya diprakirakan pada Agustus, menuju netral pada Oktober, November, dan Desember.

"Jadi, tidak hanya BMKG yang membuat perkiraan terkait La Nina ini, tetapi beberapa badan meteorologi dunia membuat prakiraan La Nina dan sebagian besar mengindikasikan saat ini kondisinya yang lemah akan menuju pada fungsi netral," ujar Dodo. (antara/jpnn)


Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan menjawab fenomena embun es di kawasan Dieng, Jawa Tengah, beberapa hari yang lalu.


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News