Sabtu, 20 Juli 2019 – 10:14 WIB

Jembatan Sidua-dua Diterjang Longsor Lagi, Ini Saran Geolog

Rabu, 16 Januari 2019 – 03:15 WIB
Jembatan Sidua-dua Diterjang Longsor Lagi, Ini Saran Geolog - JPNN.COM

jpnn.com, SIMALUNGUN - Jalan lintas Siantar-Parapat sedikitnya sudah delapan kali diterjang longsor dalam kurun waktu sepekan. Lantas apa penyebab sehingga longsor di jembatan itu?

Ahli Geologi senior Sumatera Utara, Jonathan Tarigan menyebut, ada tiga faktor yang menjadi penyebabnya jalur yang melintasi Jembatan Sidua-dua alias Kembar di Parapat itu terus diterjang longsor.

Faktor pertama, batuan di daerah Sibaganding merupakan batuan lepas yang mudah bergeser dengan tekanan tertentu. Misalnya hujan deras. Faktor kedua, tutupan tanahnya yang kehilangan ikatan, misalnya oleh perakaran. Faktor ketiga, tingginya curah hujan.

“Memang tidak setiap curah hujan tinggi bisa memicu longsor. Pada saat tertentu saja ketika memang cukup besar sehingga bisa memicu longsor. Tapi itu dia, batuannya batuan lepas, tanahnya tak ada ikatan, dan hujan deras,” kata Jonathan yang juga Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut ini.

Dengan situasi demikian, menurutnya yang harus dilakukan pertama kali adalah memetakan terlebih dahulu, daerah mana saja yang longsor. Kedua, membuat
benteng yang bisa memperlambat atau mencegah terjadinya longsor.

“Kalau tidak dibuat, bagaimana kita bisa tahu di mana saja daerah rawan longsor itu? Lalu antisipasi apa, upaya pencegahan apa yang harus dibuat. Benteng salahsatu solusi,” katanya.

Stakeholder Masih Petakan Masalah
Terpisah, para pemangku kepentingan di Sumatera Utara baru akan menggelar rapat teknis membahas tindakan mengurangi bencana (mitigasi) secara umum di wilayah Parapat pada pekan depan.

Selain itu, secara khusus untuk titik longsor di Jalan Lintas Siantar-Parapat, baru akan dibentuk tim terpadu dalam upaya mencari penyebab berikut solusi atas bencana alam tersebut.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar