Jenderal Listyo: Kalau Tak Mampu Bersihkan Ekor, Kepalanya Saya Potong

Jenderal Listyo: Kalau Tak Mampu Bersihkan Ekor, Kepalanya Saya Potong
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pernyataan tegas terkait sejumlah peristiwa yang mencoreng citra Polri. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti banyaknya kejadian oknum polisi melakukan pelanggaran baik itu kode etik, disiplin, maupun pidana.

Terbaru, peristiwa Kapolres Nunukan Syaiful Anwar yang menghajar anak buahnya, Brigadir Sony Limbong.

Belum reda kasus di Nunukan itu, terjadi aksi Bripka MN menembak mati rekannya sesama anggota Polri, Briptu Khairul Tamimi.

Jenderal Listyo menegaskan sejumlah kejadian heboh belakangan ini akan menjadi koreksi bagi Korps Bhayangkara.

Sebab, apabila ada oknum polisi melakukan hal negatif, maka berdampak buruk juga bagi institusi Polri.

Hal ini juga akan membuat sia-sia polisi yang telah berbuat positif kepada masyarakat karena telah disamaratakan dengan polisi yang negatif.

“Masih sangat banyak polisi yang baik dibanding oknum sehingga manfaatkan perkembangan teknologi untuk memunculkan terobosan kreatif dan positif yang ada,” kata Kapolri dalam siaran persnya, Kamis (28/10).

Orang nomor satu di korps baju cokelat ini lantas menyinggung soal kepemimpinan, baik itu polsek, polres, polda hingga tingkat pusat dengan mengutip peribahasa, 'Ikan Busuk Mulai dari Kepala'.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengomentari serentetan kasus yang merusak citra Polri, seperti aksi Bripka MN menembak Briptu Khaidir Tamimi dan Kapolres Nunukan hajar anak buahnya.