Jerman Barat Resmi Larang Guru dan Murid Pakai Cadar

Jerman Barat Resmi Larang Guru dan Murid Pakai Cadar
Ilustrasi perempuan bercadar. Foto: Damianus/Radar Solo

Apalagi, pemimpin-pemimpinnya di partai Hijau Baden-Wurttemberg seperti Sandra Detzer dan Oliver Hildenbrand menyebut cadar sebagai "simbol penindasan".

Lahirnya aturan hukum tersebut menyusul peristiwa yang terjadi pada Februari, di mana Pengadilan Administratif Hamburg di Jerman membela seorang gadis berusia 16 tahun dan ibunya, atas upaya sekolahnya untuk mencegah siswa tersebut memakai cadar selama di kelas.

Gadis itu disebutkan pengadilan memiliki "hak untuk perlindungan tanpa syarat kebebasan beragama", mengutip tidak adanya undang-undang negara yang mengizinkan otoritas pendidikan untuk memaksakan larangan tersebut.

Setelah kejadian itu, polemik pun merebak hingga ke para politikus.

Senator bidang pendidikan sosial-demokratik Hamburg, Ties Rabe menegaskan akan mencoba mengubah undang-undang negara agar larangan itu bisa dilaksanakan.

Prancis menjadi negara Eropa pertama yang mengeluarkan larangan cadar atau burkak pada 2011.

Kemudian larangan universal cadar di ruang publik berlaku di Denmark, dan Australia.

Di negara-negara Eropa sendiri, penggunaan cadar, burkak dan atau sejenisnya terus menjadi perdebatan. (mg8/jpnn)

Jerman Barat menambah daftar negara-negara Eropa yang melarang penggunaan cadar, burkak dan sejenisnya bagi perempuan.


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News