JK: Sama-sama Percaya Hari Kemudian Setelah di Dunia Ini

JK: Sama-sama Percaya Hari Kemudian Setelah di Dunia Ini
Wapres Jusuf Kalla. Foto: dok.JPNN.com

Namun, dia menggarisbawahi, toleransi itu tidak berarti membiarkan semuanya berkendak sendiri. Tapi, toleransi bermakna menghormati perbedaan.

’’Karena seringkali orang sekarang menafsirkan, biarin saja orang berbuat begitu karena toleran, tidak. Justru itu akan menambah (persoalan) nanti,’’ imbuh dia.

Lebih lanjut, JK menuturkan, banyak negara seperti di Timur Tengah yang gagal karena terlalu menonjolkan perbedaan dan tidak merawat keadilan. Imbasnya, konflik dan pengungsi di mana-mana.

’’Syria butuh 50 tahun untuk rehabilitasi. Itu artinya mereka mundur setengah abad. Kita tentu tidak ingin seperti itu,’’ imbuh dia.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menuturkan, selama ini masyarakat Sulut hidup rukun dan damai. Hampir tidak ada konflik sama sekali. ’’Karena kami punya falsafah torang samua basudara (kita semua bersaudara),’’ ungkapnya.

Untuk merawat kerukunan tersebut, salah satu caranya dengan mengadakan acara bersama. Melibatkan warga dari berbagai latar belakang agama dan daerah.

Selain itu, mengundang orang dari luar negeri untuk mempromosikan toleransi di Sulut. ’’Kami yakin bisa menjadi laboratorium kemajemukan nasional,’’ terang Olly. (jun/c7/agm)


Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengimbau seluruh lapisan masyarakat lebih menonjolkan persamaan daripada perbedaan dalam beragama.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News