Jokowi Beber Optimisme di Depan Ketum Parpol Pendukung Pemerintah

Jokowi Beber Optimisme di Depan Ketum Parpol Pendukung Pemerintah
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara gas dan rem sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga perekonomian nasional di tengah Covid-19.

Jokowi -panggilan kondangnya- menyatakan hal itu di hadapan para ketua umum partai politik pendukung pemerintah di Istana Negara, Jakarta (25/8). Video pidato dari pertemuan itu baru diunggah ke akun Sekretariat Presiden di YouTube, Sabtu (28/8).

"Artinya ada optimisme, arahnya positif, tetapi juga kita tetap harus berada pada posisi kehati-hatian, kewaspadaan karena memang sekali lagi sulit dihitung dan sulit dikalkulasi," kata Presiden Ketujuh RI itu.

Para ketua umum partai politik yang hadir pada pertemuan itu ialah Megawati Soekarnoputri (PDIP), Prabowo Subianto (Gerindra), Airlangga Hartarto (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), Surya Paoloh (NasDem), Suharso Monoarfa (PPP), dan Zulkifli Hasan (PAN).

Jokowi menegaskan penanganan di bidang kesehatan dan ekonomi menjadi tantangan yang tidak mudah. Meski demikian, sejumlah indikator perekonomian nasional menunjukkan angka yang menggembirakan.

"Alhamdulillah di kuartal pertama 2021 dari minus 0,7 (persen), di kuartal kedua kita bisa sudah meloncat ke 7,07 (persen)," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu menjelaskan angka inflasi juga relatif terkendali di angka 1,5 persen. Dibandingkan dengan sejumlah negara lain, inflasi di Indonesia relatif lebih terjaga.

Indikator ekonomi lainnya yang juga membaik ialah ekspor yang pada kuartal kedua naik sebesar 31,8 persen. Angka tersebut  didorong oleh sektor pertanian yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Saya kira ini membuat kami optimistis," tambahnya.

Di hadapan para ketua umum partai pendukung pemerintah, Presiden Jokowi menegaskan penanganan di bidang kesehatan dan ekonomi merupakan tantangan yang tidak mudah.