Jokowi Tak Gubris Ultimatum BEM SI, Ratusan Mahasiswa Demo di KPK

Jokowi Tak Gubris Ultimatum BEM SI, Ratusan Mahasiswa Demo di KPK
Ratusan massa dari BEM SI yang mengelar unjuk rasa di depan gedung KPK, setelah ultimatum yang diberikan kepada Presiden Jokowi tidak digubris, Senin (27/9). Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar unjuk rasa di depan gedung KPK, Senin (27/9).

Unjuk rasa dilakukan setelah ultimatum BEM SI dan GASAK yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pemecatan Novel Baswedan Cs.

Dari pantauan jpnn.com di lokasi, pukul 11.40 WIB massa masih melakukan orasi dan menuntut Ketua KPK Firli Bahuri untuk mundur.

"Kami meminta Firli untuk mundur, dia sudah melemahkan KPK," kata orator di atas mobil pengeras suara.

Tak hanya itu, massa juga mendesak masuk ke dalam gedung KPK. Mahasiswa juga meminta polisi wanita yang ada di barikade agar tidak terkena dorongan.

"Bapak polisi bisa buka ruang untuk ibu polwan yang di depan, karena kami akan memaksa masuk," lanjut salah satu orator.

Sebelumnya, BEM SI bersama Gasak mengultimatum Presiden Jokowi segera membatalkan hasil TWK dan mengangkat kembali Novel Baswedan Cs sebagai pegawai KPK.

BEM SI dan Gasak memberikan waktu 3 x 24 jam kepada Jokowi itu untuk memenuhi tuntutan mereka. (mcr8/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Ratusan mahasiswa dari BEM SI menuntut Ketua KPK Firli Bahuri mundur dan membatalkan pemecatan Novel Baswedan Cs.