JPNN.com

Jumlah Anak Putus Sekolah Menurun Dalam Empat Tahun Terakhir

Jumat, 28 Desember 2018 – 09:21 WIB Jumlah Anak Putus Sekolah Menurun Dalam Empat Tahun Terakhir - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam empat tahun terakhir terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan IPM dari 68,9 di tahun 2014, menjadi 70,81 di 2017. Harapan lama sekolah di semua jenjang semakin meningkat, dan kesenjangan dalam penyediaan akses pada layanan pendidikan antar-wilayah juga semakin menurun.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad mengatakan jumlah anak yang putus sekolah di jenjang pendidikan dasar berkurang signifikan, dari 60.066 pada 2015/2016 menjadi 32.127 di 2017/2018. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat dari 7,73 tahun (2014) menjadi 8,10 tahun (2017). Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) juga meningkat dari 12,39 tahun (2014) menjadi 12,85 tahun (2017).

“Untuk Program Indonesia Pintar (PIP) di tahun 2018, dari target 17,9 juta siswa bisa disalurkan menjadi 18,7 juta siswa,” kata Hamid Muhammad dalam taklimat media akhir tahun di Jakarta, Kamis (27/12).

Menurut Hamid, jumlah siswa penerima PIP mengalami penambahan karena jumlah siswa yang mendapatkan bantuan satu semester lebih banyak dibandingkan penerima bantuan selama dua semester. Yakni siswa yang segera lulus dan siswa baru saja masuk ke tingkat lebih tinggi baik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

Hal itu juga menandakan adanya tren peningkatan jumlah siswa sekolah. Sampai saat ini sebanyak 69 persen dari siswa penerima KIP sudah menerima bantuan dan mencairkannya.

“Sisanya tinggal menunggu waktu, itu bisa diambil sampai akhir tahun depan. Dana ini langsung masuk ke rekening masing-masing, dan siswa mendapatkan buku tabungan dan ATM untuk mengambil,” tandas Dirjen Hamid.(esy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...