Senin, 17 Desember 2018 – 12:52 WIB

KAHMI Harus Mendorong Kalangan Muda untuk Berwiraswasta

Senin, 12 Maret 2018 – 18:25 WIB
KAHMI Harus Mendorong Kalangan Muda untuk Berwiraswasta - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo meminta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) selalu kritis terhadap berbagai persoalan bangsa.

Dia meminta KAHMI turut berperan besar dalam pembangunan serta mendorong pengembangan profesi wirausaha atau berwiraswasta yang saat ini masih kurang diminati khususnya di kalangan anak muda.

Politikus Partai Golkar yang karib disapa Bamsoet itu mengatakan sikap kritis KAHMI dapat menjadi vitamin dan energi besar, baik bagi pemerintah maupun DPR untuk selalu berpikir serta bekerja demi kepentingan rakyat.

“Kritik bukan hal yang tabu. Justru kritik dibutuhkan untuk mewujudkan good governance di negara kita yang tercinta ini. KAHMI jangan segan untuk memberikan kritik serta solusi bagi kemajuan bangsa,” kata Bamsoet saat pelantikan Pengurus dan Presidium KAHMI di Jakarta, Minggu (11/3) malam.

Dia menilai selama ini kiprah KAHMI bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak perlu diragukan lagi. KAHMI selalu konsisten dan penuh komitmen dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. KAHMI merupakan bagian dari kekuatan utama bangsa Indonesia yang memiliki peran besar dalam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kiprah KAHMI dalam beragam profesi seperti pengusaha, ekonom, budayawan, cendikiawan, politisi, dan atau pejabat publik adalah bukti kontribusi KAHMI bagi NKRI,” ujar Bamsoet.

Bamsoet meyakini bahwa anggapan KAHMI sebagai political oriented tidak sepenuhnya benar. Karena itu, KAHMI periode ini perlu mendorong anggotanya untuk berkiprah dalam profesi wirausaha. “Kita masih membutuhkan wirausahawan-wirausahawan muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas Bamsoet.

Dia memaparkan berdasarkan data BPS di 2017, jumlah wirausaha baru mencapai 3,1 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 252 juta. Rasio ini masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia 5 persen, Tiongkok 10 persen, Singapura 7 persen, Jepang 11 persen maupun Amerika serikat yang telah mencapai 12 persen.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar