JPNN.com

Kapal Perang TNI AL dan Angkatan Laut Filipina Sama-sama Bermanuver di Perbatasan, Ada Apa?

Minggu, 29 November 2020 – 22:20 WIB
Kapal Perang TNI AL dan Angkatan Laut Filipina Sama-sama Bermanuver di Perbatasan, Ada Apa? - JPNN.com
Prajurit KRI Malahayati-362 saat melaksanakan Latihan Bersama CORPAT PHILINDO XXXIV-2020 di laut perbatasan Indonesia-Filipina pada Jumat (27/11) waktu setempat. Foto: Dispen Koarmada II

jpnn.com, JAKARTA - Sebagai salah satu unsur Operasi Keris Sakti-20 di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II, KRI Malahayati-362 yang dikomandani oleh Letkol laut (P) Hendriman Putra melaksanakan Latihan Bersama CORPAT PHILINDO XXXIV-2020 di laut perbatasan Indonesia-Filipina pada Jumat (27/11) waktu setempat.

“KRI Malahayati-362 melaksanakan Latihan Bersama dengan kapal perang Filipina dalam rangka untuk meningkatkan kerja sama antar kedua negara dalam menjaga kedaulatan negara di laut,” ujar Letkol laut (P) Hendriman Putra.

Selain itu, latihan ini bertujuan untuk mengasah profesionalisme dan naluri tempur prajurit agar selalu siap dalam bertugas.

Adapun unsur kapal perang Filipina yang terlibat latihan adalah BRP Apolinario Mabini PS36. Latihan bersama yang telah dilaksanakan di antaranya Comms Check, MOB Exercise, RAS Approach, Manuvering Exercise, Flaghoist dan dilanjutkan patroli di daerah perbatasan Indonesia-Filipina.

Selama pelaksanaan Latihan, unsur BKO Guskamala lainnya CASSA U-6027 juga ikut bergabung dalam kegiatan ini.

KRI Bimasuci yang sedang melaksanakan Linla menuju Miangas dalam rangka melaksanakan Satgas KJK 2020 pun ikut serta dalam kegiatan latihan ini. 

Terpisah, Komandan Guskamla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Rachmad Jayadi menyampaikan, kegiatan Latihan Bersama ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan kedua negara dengan tujuan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara dalam bidang keamanan.

Dalam hal ini selaras dengan program prioritas KSAL Laksamana TNI Yudo Margono bidang peningkatan kemampuan TNI AL dalam menghadapi ancaman bersifat non-konvensional untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan mempererat hubungan diplomasi Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut negara-negara lain. 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri