Kapitra Sebut Gerakan KAMI Sangat Berbahaya, pakai Jebakan

Kapitra Sebut Gerakan KAMI Sangat Berbahaya, pakai Jebakan
Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera bersama Razman Arif Nasution di Rumah Pemenangan Jokowi - Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (11/10). Fathan Sinaga/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera menulis sebuah artikel mengenai pandangannya terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Dalam tulisan yang diterima jpnn.com pada Kamis malam (27/8), mantan pengacara Habib Rizieq Shihab itu terang-terangan menyoal gerakan yang diinisiasi Din Syamsuddin bersama Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo Cs itu.

"KAMI, yang terus mendeklarasikan diri menjadi gerakan moral menyampaikan tuntutan yang lebih bernuansa politis daripada moral. Substansi yang diangkat sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan gerakan masyarakat sipil yang ada di Indonesia dan konsisten dalam jalur non-politik," tulis Kapitra.

Politikus dengan latar belakang advokat ini mencium gelagat dari gerakan KAMI yang berpotensi membahayakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan berpotensi menggoyahkan perpolitikan nasional.

Berikut petikan lengkap tulisan Kapitra Ampera:

Menalar Wujud KAMI: Menerka Ulang Gerakan Politik Di Balik Narasi Moral

Dr. M. Kapitra Ampera, S.H., M.H.

Sejak deklarasi dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), melakukan deklarasi atas keberadaannya sebagai gerakan moral non-parlemen, telah terdapat berbagai kontroversi dan kecurigaan mengenai hadirnya koalisi tersebut..

Kapitra Ampera membuat tulisan, menganalisis tentang gerakan KAMI yang dimotori Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo Cs.