JPNN.com

Kapuspen Kemendagri Bahtiar: Hasil Survei IPO Sangat Dangkal

Minggu, 24 November 2019 – 18:28 WIB
Kapuspen Kemendagri Bahtiar: Hasil Survei IPO Sangat Dangkal - JPNN.com
Kapuspen Kemendagri Bahtiar. Foto: Humas Kemendagri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Mendagri Tito Karnavian sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju yang mendapat tingkat kepercayaan rendah dari publik.

Direktur Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah Putra, saat memaparkan hasil risetnya di Jakarta, Sabtu (23/11), menyebut tingkat kepercayaan masyarakat kepada Mendagri Tito Karnavian 1,0 persen. Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo 0,7 persen. “Mereka dianggap tidak mumpuni di bidangnya saat ini," ujar Dedi.

Kementerian Dalam Negeri melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Bahtiar menghargai survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO) itu.

"Kita hargai survei, survei ini isinya persepsi yang diukur adalah orang-orang tertentu saja, bisa jadi yang ditanya adalah orang yang tak memahami ketatanegaraan atau yang tak memahami manajemen pemerintahan," kata Bahtiar di Jakarta, Minggu (24/11).

Survei Indonesia Political Opinion dilakukan pada 30 Oktober hingga 2 November 2019. Jumlah responden sebanyak 800 orang yang tersebar di 27 provinsi. Metode wawancara menggunakan kuesioner dengan margin of error sekitar 4,5%.

"Jadi survei sangat dangkal, responden belum tentu representasi dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Pak Jokowi memilih seseorang pasti melalui penelitian yang mendalam dan menempatkan sesuai kebutuhan, tantangan lingkungan, dan tujuan kedepan," ujarnya.

Bahtiar menjelaskan, sosok Tito Karnavian bukan saja sekedar mantan anggota Polri profesional dan mantan Kapolri yang sudah terbiasa mengelola Kamtibmas dalam negeri, pernah menjadi Kapolda dan berinteraksi, bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

Ia juga merupakan seorang Ilmuwan bergelar Profesor dan Ph.D yang memiliki pemahaman konseptual tentang apa, dan bagaimana mengelola negara. Bahkan, ia memiliki pemahaman Internasional apa dan bagaimana interaksi antar negara dan masyarakat dunia.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo